Aku adalah insan dungu yang dikelilingi banyak manusia-manusia cerdik. Ataukah mungkin terlalu naif untuk dapat menjadi seperti mereka. Tapi, mata hatiku mampu membaca lisan yang terucap dalam hati, memahami raut dan bahasa tubuh yang mengarah padaku. Dengan kedangkalan daya pikir, aku mungkin tidak dapat memahami maksud dari tutur. Tapi karena banyak menyendiri, kesepian telah mendidik…