Money Can’t Buy Love Awan Ukaya

Money Can’t Buy Love

Yudiana Ratnasari, Psi., Dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menyatakan, Ekspresi cinta orang tua pada anak akan mempengaruhi proses tumbuh kembangnya.

“Di lima tahun pertama usianya, anak tengah mencari rasa aman. Ini di dapat ketika ia merasakan anggota-anggota keluarga mencintainya. Rasa aman lebih lanjut akan mengembangkan rasa percaya diri dan konsep didi anak kelak. ekspresi cinta yang terus di rasakannya juga akan mengajarkan anak untuk berempati pada orang lain, dan mendukung proses trust building anak pada individu lain, “katanya.

Tapi sekali lagi, sangat mungkin bagi orang tua untuk mencintai dengan cara yang kurang bijaksana. ini misalnya terjadi bila kita terlalu mengutamakan cara yang bersifat material istis. Membelikan mainan atau barang bagi si kecil secara non stop atau selalu mengabulkan rengekannya bukanlah cara yang tepat. “Money can’t buy love , ” kita ingat saja lirik lagu The Beatles itu.

Masalah terbesar dengan tabiat ini ialah ia dapat menghambat tumbuhnya rasa empati pada anak. Si kecil lama kelamaan akan menjadi kurang sensitif pada lingkungannya jika ia terlalu mengasosiasikan cinta dengan mainan atau cindera mata, meskipun terlalu banyak sanjungan juga berpotensi untuk berdampak serupa.

“Justru bila orang tua terlalu berlebihan mengekspresikan rasa cintanya pada anak, membuat anak terbiasa memusatkan cinta ini pada diri sendiri. Ia akan terus menuntut dan mengharapkan orang lain terus memberinya cinta. Akibatnya, anak tak mampu membina empathic complex, yaitu pertalian emosional dengan orang lain,” demikian kata Yudiana Lagi.