Mengajari Si Kecil Untuk Tidak Menangis Awan Ukaya

Mengajari Si Kecil Untuk Tidak Menangis

Setelah bisa menjadi ‘superstar’ keluarga, kini si tiga tahun mulai masuk prasekolah. Ia akan mulai mempunyai teman. Dan bersosialisasi itu, sungguh baik buat perkembangan emosi dan kecerdasannya. Mempunyai teman dan sahabat banyak manfaatnya. Tetapi, tentu saja bagi si kecil mantan ‘superstar’, keluwesan bergaul¬† itu tidak datang dengan sendirinya. Semuanya juga memerlukan latihan dan pengajaran dari anda.

Teman yang baik adalah teman yang peduli. Artinya, untuk menjadi seorang sahabat, si kecil harus punya rasa empati. Di sinilah peran penting anda.

”Kenapa Rambut Dia Lurus ?”

Ketertarikan si prasekolah terhadap teman sebaya, biasanya terungkap melalui beberapa pertanyaan kritis :

“Mengapa rambutku lurus dan dia keriting ?”

Atau “Mengapa dia menangis ?” Lalu ketika rasa empatinya mulai berkembang, “Mengapa ia tidak masuk ?” atau “Apakah sakitnya parah ?” “Kapan ia sembuh ?”

Reaksi lebih lanjut dapat berupa tindakan si kecil membujuk teman. Kasih sayang yang dilakukan oleh si kecil terhadap temannya yang menangis adalah dengan cara di tanyai mengapa kamu menangis dan mengajaknya main. Itu termasuk sifat sayang yang Baik.

Menyambut pertanyaan si kecil dengan penjelasan dan contoh-contoh. Padahal, menurut psikolog perkembangan asal Jerman Dr. Herrmann Scheuerer Englisch, cara efektif mengajarkan hal-hal yang bersifat abstrak, seperti menanamkan kepedulian dan empati, adalah dengan memberikan contoh dan penjelasan.

Nah, Demikian sobat awanukaya.com Mengenai artikel Berjudul¬† “Mengajari Si Kecil Untuk Tidak Menangis” semoga bermanfaat