Kekuasaan Otak Awan Ukaya

Kekuasaan Otak

Bagai saluran televisi kabel. Begitulah sistem saraf dan sistem peredaran darah di tubuh anda. Kedua sisitem ini yang mewadahi komunikasi antara otak dan seluruh tubuh yang muncul dalam berbagai bentuk kondisi kesehatan, demikian jelas Dr. Partiwi.

Otak tentu saja amat ‘berkuasa’. Ia bisa mempengaruhi tubuh melalui sistem saraf yang mengirim rangsang ke seluruh jaringan tubuh. Akibatnya, otak pun memperngaruhi perilaku berbagai organ tubuh.

Misalnya saja, otak, lewat sistem saraf dapat mempengaruhi perilaku sistem kekebalan tubuh, yang berhubungan dengan sumsum tulang belakang, yang notabene adalah “pabrik” sel darah putih, sang pelawan penyakit. Nah, otak dan saraf tentu saja kadang “bergejolak” dan memberikan stimulasi berdasarkan keadaan jiwa seseorang. Ini semua akan berkait langsung dengan bagaimana otak nantinya akan mempengaruhi organ-organ pelawan penyakit.

Jadinya, jika si kecil sering sedih atau marah, maka sistem kekebalan tubuhnya akan ikut-ikutan terganggu atau melemah. Sedangkan, kalau ia bahagai, banyak tertawa dan bergembira, sistem kekebalan tubuhnya bisa meningkat.

“namun, itu bukan berarti balita anda tak perlu obat ketika sakit. Obat-obatan antibiotik tetap diperlukan untuk mengatasi infeksi bakteri. Cuma, bila tubuh sudah kepenuhan berbagai ‘racun’ dan sistem kekebalan tubuh lemah, akibatnya infeksi akan berkepanjangan. Maka itu, lemahnya kekebalan tubuh perlu di atasi dengan kerja sama antara obat, makanan, serta seluruh sistem tubuh yang juga di pengaruhi oleh pikiran dan emosi, “Lanjut Dr. Partiwi.