Tentang autistik Awan Ukaya

Tentang autistik

Autistik secara awam adalah kondisi gangguan atau keterlambatan pada aspek kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial.

Leo Kanner, ahli jiwa dari Amerika Serikat menggunakan istilah autistik untuk menggambarkan kondisi tersebut. Gangguan yang diderita oleh anak autistik luas sekali, ada banyak jenisnya dan tidak semua sama. Ada yang ringan dan ada yang berat.

Entah apa sebabnya, jumlah anak laki-laki yang menderita autistik lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan anak perempuan.

Pada umumnya, orangtua baru menyadari anaknya terkena autistik saat mereka menyadari anaknya terlambat bicara. Sebenarnya, terlambat bicara bukan berarti anak menyandang gangguan autistik. Anak-anak yang dianggap mengalami gangguan ini juga mengalami gangguan berinteraksi, gangguan berkomunikasi, dan gangguan cara bermain.  Hal lainnya yang perlu diperhatikan juga adalah kontak mata. Seorang anak autis biasanya tidak mau mengadakan kontak mata. Ia tidak menengok jika dipanggil, dan juga tidak bisa menunjuk. Jika ia menginginkan sesuatu, anak autis cenderung untuk memegang tangan ibunya dan mendekatkannya ke benda yang diinginkan.

Karakteristik perilaku anak autis menurut Leo Kanner:

  1. Anak tidak mampu membangun hubungan sosial dengan sesama. Banyak anak autis yang senang menyendiri.
  2. Menghindari kontak mata, bahkan tidak ada sama sekali.
  3. Gagal menggunakan bahasa secara normal untuk berkomunikasi, contoh: tidak bisa bicara, atau berbicara dengan intonasi yang monoton.
  4. Seringkali terpesona pada sebuah objek.
  5. Memiliki kegiatan yang berulang-ulang pada hal rutin. Contoh: tertarik mengamati benda yang berputar-putar.

Sumber: www.bayimilna.com