Tanda – Tanda Dehidrasi Awan Ukaya

Tanda – Tanda Dehidrasi

Keadaan dehidrasi sangat tergantung dari seberapa berat seseorang kekurangan cairan dan zat mineralnya. Menurut data Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) tahun 1980, gejala dehidrasi menurut derajatnya terbagi menjadi gejala dehidrasi tingan, sedang dan berat.

Pada dehidrasi ringan, kondisi umum si penderita adalah kehausan dan gelisah namun tetap sadar. Perkiraan kehilangan cairan 40-50 ml/kg. Denyut nadi, pernafasan, kekenyalan kulit, mata dan ubun-ubun dalam kondisi normal. Mulut pun terasa lembap.

Pada gangguan dehidrasi sedang, penderita masih sadar, tetapi merasa pusing, haus dan gelisah. Dengyut nadi terasa cepat dan lemah ( 120-140 permenit ), serta penafasan cepat. Kekenyalan kulit pada kondisi ini juga berkurang, sehingga kalau dicubit tidak segera kembali ke bentuk semula. Ubun-ubun dan mata cekung. Serta mulut kering. Cairan yang hilang kira-kira sebanyak 60-90 ml/kg.

yang terakhir adalah dehidrasi berat, dimana kondisi penderita tampak sakit, lemah dan apatis. Denyut nadi cepat ( lebih dari 140 ketukan permenit ), penafasan dalam cepat, ubun-ubun kalau dipegang terasa sangat cekung, serta kekenyalan kulit sangat lambat. Kalau kulit ditarik atau dicubit memerlukan waktu Kurang lebih 2 detik untuk kembali ke bentuk semula. Mata terlihat sangat cekung dengan kulit disekitarnya berwarna kegelapan. Mulut sangat kering dan membiru. Diperkirakan seseorang dengan dehidrasi berat sudah kekurangan cairan sebanyak 100-110 ml/kg.

Pada bayi, ubun-ubun yang cekung merupakan petunjuk yang berarti bagi adanya dehidrasi, Tetapi perlu diperhatikan pula, kekenyalan kulit anak dnegan gizi sangat baik akan tetap normal meskipun dalam keadaan dehidrasi.