Soal Alkohol & Kehamilan Awan Ukaya

Soal Alkohol & Kehamilan

Anda yang akrab dengan minuman beralkohol padahal sedang hamil, sebaiknya tinggalkan kebiasaan ini. Bahkan mustinya begitu anda dan pasangan merencanakan hamil sudah langsung berhenti total mengonsumsi alkohol Ini karena efeknya tidak baik buat janin. kalau anda sudah terlanjur kencanduan, tidak ada kata lain, stop jadi pecandu atau janin anda jadi taruhannya.

Apa Akibatnya ?

Wah, banyak ! janini bisa keguguran, lahir prematur, komplikasi persalinan bayi dengan berat lahir rendah ( BBLR ), bayi lahir dengan kepala kecil ( mikrosefali ), retardasi mental, gangguan pada jantung dan organ-organ lainnya, gangguan fisik serta perilaku yang akan mempengaruhi pertumbuhan anak sepanjang hidupnya. Sindroma ini dikenal sebagai Fetal Alcohol Syndrome.

Kalau Minum Sedikit ?

Tegas saja, selama hamil no Alcohol ! karena, banyak faktor yang berkontribusi pada perkembangan janin, sehingga tidak mungkin menentukan level aman dari pengonsumsian alkohol selama hamil. Karena itu, dokter merekomendasikan agar wanita berhenti minum alkohol sama sekali selama hamil.

Bagaimana Dengan Obat Batuk Beralkohol ?

Kembali ke prinsp “tidak ada alkohol buat ibu hamil “,sebaiknya anda tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung alkohol. Ada obat batuk yang kadar alkoholnya sampai 5%, dikhawatirkan akan berakumulasi dalam tubuh bila diminum setiap hari. Banyak pilihan obat lain yang tidak ada kandungan alkoholnya. Itu sebabnya, kalau anda sakit apa-pun mesti hanya batuk pilek perglah ke dokter agar direkomendasikan obat yang tepat untuk anda.

Kalau Makan Yang Mengandung Alkohol ?

Bila hanya sebagai perasa, biasanya alkohol yang digunakan hanya sedikit. Itu pun hanya pada makanan tertentu seperti cake ( banyak juga cake tanpa alkohol sama sekali ). Boleh saja makan sedikit, dan jangan setiap hari.