ROOMING IN Awan Ukaya

ROOMING IN

Sukses Rooming In

–          Jangan Merasa Terganggu.

Ada atau tak ada bayi anda, di rumah sakit anda akan sering dibangunkan oleh perawat. Misalnya, untuk pemeriksaan urin, pengambilan darah, atau pemeriksaan tekanan darah. Adanya bayi justru membuat anda lebih tenang.

 –          Tak Perlu Khawatir Bayi Tertular Penyakit

Bayi baru lahir tidak sebegitu rentannya, karena masih mendapat kekebalan tubuh dari ibunya. Bahkan bayi yang mendapat ASI juga memperoleh kekebalan dari kolostrum. Hanya saja, jika ada tamu yang menderita pilek atau batuk, sebaiknya tidak diperkenankan masuk ke kamar.

–          Ada Yang Menemani Anda

Minta suami, ibu, kakak, adik, ipar atau mertua bias membantu anda mengawasi bayi, saat anda ke kamar kecil, misalnya. Mereka juga bias bertugas “menyeleksi” tau. Jika perlu, menolak dengan halus tamu yang kebetulan kurang sehat, dengan memberitahu bahwa anda dan si kecil sedang beristirahat.

–          Jika Anda Sendirian

Sementara anda ingin ke kamar kecil, sebaiknya dekatkan bayi ke kamar kecil, lalu kunci pintu luar kamar anda dan biarkan pintu kamar mandi sedikit terbuka, sehingga anda tetap bias mengawas si kecil.

 

Plus-Nya Rooming In

Bagi Bayi

–          Konon lebih jarang menangis dibandingkan dengan bayi yang dipisahkan dengan ibunya. Jika bayi menangis di ruang bayi biasanya ditenangkan dengan music, maka bayi yang dirawat rooming in akan merasa tenang mendengar suara ibunya. Bahkan jika bedding in, si kecil bisa didekap sehingga tenang mendengarkan detak jantung ibu.

–          Biasanya lebi cepat menyesuaikan waktu tidur dengan bangun dengan ibu.

–          Karena lebih cepat mendapatkan ASI ( ASI pun cepat keluar ), bayi jadi lebih puas.

Bagi Ibu

–          Keluhan karena kesultan memberikan ASI lebih sedikit.

–          Risiko mengalami depresi setelah persalinan menurun.