Mulut Rahim Lemah Awan Ukaya

Mulut Rahim Lemah

Selama masa kehamilan, banyak proses yang akan berlangsung. Bukan hanya pada janin yang terus tumbuh dan berkembang. Tapi juga pada tubuh si ibu hamil. Namun, kadangkala tubuh si ibu tidak sepenuhnya ‘siap’ mengantisipasi perubahan yang terjadi selama proses kehamilan berlangsung. Adanya beberapa kelainan pada tubuh ibu hamil, seperti lemahnya otot-otot pada mulut rahim, bukan tidak mungkin dapat mengancam kehamilannya.

Apakah mulut rahim lemah itu ?

Mulut rahim yang lemah, dalam ilmu kebidanan dikenal sebagai inkompetemsia serviks. Ini merupakan istilah untuk menyebut kelainan pada otot-otot mulut rahim ( serviks ) yang terlalu lunak dan lemah, sehingga sedikit membuka di tengah-tengah masa kehmilan karena tidak mampu menahan desakan janin yang semakin besar. pada hehamilan yang normal, mulut rahim harus selalu tertutup rapat sampai masa kehamilan berakhir, yakni setelah mencapai 37-38 minggu.

Biasanya, keadaan ini baru akan terjadi pada saat usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua atau trimester ketiga. Terbukannya mulut rahim sebelum waktunya ini akan menyebabkan bayi lahir kurang bulan ( prematur ) dan juga keguguran.

Apa gejala kelainan mulut rahim ?

Terbukanya mulut rahim di tengah-tengah masa kehamilan umumnya ditandai dengan gejala berupa pendarahan dari vagina, baik hanya berupa bercak-bercak darah maupun pendarahan yang cukup banyak. Seringkali, ibu hamil yang mengalami kelainan pada mulut rahimnya juga akan merasakan adanya tekanan yang sangat kuat pada bagian bawah perutnya, atau dia merasakan adanya beban yang sangat berat terpusat pada bagian bawah perutnya.