Menyusui Dan Masa Subur Awan Ukaya

Menyusui Dan Masa Subur

Memang, bila anda memilih menggunakan suatu alat kontrasepsi, maka anda harus siap menghadapi efek samping atau komplikasi yang mungkin timbul menyertainya. Tetapi, tahukah anda, ada suatu metode kontrasepsi ? Metode tersebut dikenal dengan nama Metode Amenorea Laktasi, Disingkat MAL.

MAL dapat mencegah kehamilan, waktu hanya untuk beberpa waktu ( 4 bulan atau paling lama 6 bulan ). Perlu diketahui, dalam penggunaan metode ni harus dipenuhi tiga buah syarat. Yakni, bayi masih diberi ASi secara eksklusif ( belum diberi makanan maupun minuman tambahan apapun, dan pemberian ASI lebih dari 8 kali sehari ). ibu belum haid, dan bayi berusia kurang dari 6 bulan.

Bila salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi lagi, maka MAL tidak boleh digunakan karena sudah tidak efektif. Kalau begini, anda sebaiknya memilih metode kontrasepsi lain yang tidak mengganggu laktasi.

Mengapa ketiga syarat itu harus dipenuhi ? Berdasakan pengamatan, frekuensi dan intensitas, menyusui sanagat menentukan lamanya periode tidak haid pada ibu yang menyusui. Apabila frekuensi dan intensitas menyusui berkurang, maka kadar hormon prolaktin akan turun sehingga pengaruhnya untuk menekan pengeluaran FSH ( Follcle Stimulating Hormone, hormon yang merangsang sel telur menjadi matang ) dan LH ( Luteinizing Hormone, hormon yang merangsang folikel pecah dan melepaskan sel telur ), juga berkurang. Akibatnya, fungsi indung telur akan pulih, khususnya dalam berovalasi, dan kemungkinan kehamilan bisa terjadi.

Nah Artikel kita sambung ke artikel berikutnya sobat KLIK DISINI untuk melanjutkan membaca artikel selanjutnya.