Menghilangkan rasa egois pada anak Awan Ukaya

Menghilangkan rasa egois pada anak

Anak dibawah usia 6 tahun mungkin terlihat menggemaskan dimata anda, namun ada juga sifat anak yang tidak kita sukai. seperti mereka senang dengan apa yang mereka ingini sendiri dan tidak mau menuruti perintah kita. Hal ini terjadi karena anak di bawah usia enam tahun masih memiliki ego yang tinggi.  Mereka lebih memilih untuk mengabaikan peraturan yang ada dibandingkan menerima kenyataan bahwa mereka kalah. Ia merasa ia harus memenangkan setiap perlombaan yang diikutinya. Oleh karena itu anak masih sulit untuk menerima kekalahan. Namun hal ini bisa berlanjut pada lingkungan mereka selanjutnya yakni sekolah, jadi tentu kita harus sesegera mungkin memberikan mereka edukasi yang baik supaya mereka bisa menerima kenyataan yang tidak mereka ingini.

Seperti apakah cara menghadapinya? tentu kadang kita akan merasa adanya pertanyaan tersebut. Salah satu solusinya adalah memuji tentang usaha yang telah mereka lakukan. Jelaskan kepada anak anda bahwa ia sudah berusaha dan berlatih untuk mempersiapkannya. Berusahalah untuk menanyakan tentang usaha mereka  dan bagaimana senangnya ia bermain dengan teman-teman sebayanya. Namun anda tidak perlu menanyakan siap yang menang dalam perlombaan.

Anak belajar dengan memperhatikan apa yang terjadi di sekitarnya. Dengan sikap Anda yang selalu konsiosten – sportif dalam setiap permainan yang Anda ikuti, dan tidak menunjukkan sikap mau menang sendiri, maka anak akan mengikuti sikap Anda tersebut.

Sekalipun kita memuji tentang usaha yang telah mereka lakukan, namun kita tidak boleh membesar-besarkan tentang kehebatan mereka bila anak anda memenangkan lomba. Ajarkan bahwa anak anda telah berusaha dan sangat senang ikut serta bersama dengan teman-temannya tanpa memikirkan kalah atau menang lomba.

Dukungan Anda dalam setiap kegiatan yang dilakukannya dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak. Hargai setiap usaha dan yang telah dicapai. Lama kelamaan anak tidak lagi merasa terancam jika ia kalah dari temannya. Jika saat ini sudah terjadi, secara perlahan ajarkan anak untuk berani mengakui kekalahannya secara sportif.