Gejala hiperaktif pada anak Awan Ukaya

Gejala hiperaktif pada anak

Hiperaktif atau Gangguan Pemusatan Perhatian (GPPH), dikenal juga dengan sebutan Attention Deficit / Hyperactivity Disorder merupakan gangguan neurobiologis yang ditandai dengan gejala tidak bisa diam, tidak dapat memusatkan perhatiannya, mudah teraih dan impulsif.

Gangguan perkembangan pada bagian otak tertentu, ketidakseimbangan neurotransmitter tertentu (cairan neurokimia yang terdapat pada celah 2 ujung syaraf) membuat rentang konsentrasi menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan. Penyebabnya bisa didapat dari faktor gen yang diturunkan orangtua, lahir prematur, ibu perokok, ibu stres berat, alkoholik selama kehamilan, cedera kepala.

Kondisi yang demikian dapat ditemukan pada semua usia, yaitu dari masa kanak-kanak (3 tahun ke atas) hingga dewasa. Umumnya pertama kali disadari adalah saat uisa sekolah. ondisi hiperaktif tidak dapat ditentukan dari pemeriksaan darah atau CT Scan otak.

Ada beberapa gejala hiperaktif pada anak:

  1. Hiperaktif
    Aktivitas motorik anak sangat tinggi, tidak dapat duduk tenang, selalu saja bergerak-gerak, anggota badan tidak bisa diam, selalu berlari, melompat, seringkali gelisah.
  2. Inatensi
    Memiliki jangka waktu berkonsentrasi yang pendek, tidak dapat memusatkan perhatian, tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, mudah teralih, dan terkesan lambat dalam bekerja.
  3. Impulsivitas
    Tingkah laku tidak terkontrol, tidak sabar, segera ingin dituruti kemauannya, tidak bisa menunggu giliran menunggu, sering menyela atau memotong pembicaraan orang, sering mengganggu yang lain, sehingga tekesan nakal.