Faktor anak mengompol Awan Ukaya

Faktor anak mengompol

Enuresis merupakan sebutan medis untuk mengompol. Enuresis adalah buang air kecil tanpa disadari, yang dilakukan di tempat tidur atau di celana. Namun jika hal ini terjadi pada si kecil bukan disebabkan karena ketidakmampuannya mengontrol pengeluaran buang air kecil.

Mengompol dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Dikatakan sebagai enuresis primer karena anak belum dapat menahan untuk tidak ngompol (hingga anak berusia 05 tahun). Enuresis sekunder jika anak pernah mengalami masa bebas ngompol setidaknya selama 6 hingga 12 bulan, lalu anak ngompol lagi.

Penyebab terjadinya ngompol belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli membagi kemungkinan penyebabnya menjadi:

Fisik

Jika anak beraktivitas berlebihan pada siang harinya, anak akan tidur lelap saat malam hari. Sehingga anak akan sulit bangun saat ia merasa ingin buang air kecil, sehingga akhirnya ia ngompol. Selain itu, mengompol dapat disebabkan juga oleh penyakit misalnya infeksi saluran kemih.

Lingkungan

Jika anak berada dalam ruangan ber-ac atau berada dalam cuaca dingin.

Emosi

Jika terjadi masalah-masalah tertentu yang berpengaruh secara psikologis pada anak, misalnya saja pindah rumah, sedang punya adik baru, sedang dilatih untuk tidur sendiri, dan lain sebagainya.

Faktor lain

Jenis kelamin (biasanya anak laki-laki lebih sering ngompol dibandingkan dengan anak perempuan), riwayat keluarga (anak yang memiliki orangtua mengompol lebih besar kemungkinannya untuk ngompol dibandingkan dengan anak lainnya), ketidakdewasaan dalam perkembangan mental, kepribadian, serta pengalaman psikologis traumatik tertentu.

Secara psikologis, seorang anak dikatakan mengalami enuresis jika:

  1. Anak ngompol berulang kali di tempat tidur atau pakaian.
  2. Anak ngompol 2 kali dalam seminggu.
  3. Anak ngompol setidaknya dalam 3 bulan secara berturut-turut.
  4. Usia anak sama atau lebih dari 5 tahun.
  5. Anak ngompol bukan disebabkan oleh kondisi medis tertentu, contohnya saja efek obat, penyakit saluran kencing, dan lain sebagainya.