Bukan Tempat, Tetapi caranya Menyusui Awan Ukaya

Bukan Tempat, Tetapi caranya Menyusui

Hidup dalam masyarakat yang bersikap mendua soal menyusui, memang tidak mudah. Menyusui bayi memang tugas seorang ibu, karena hanya ibulah yang memiliki perlengkapan itu. Tetapi bila hal itu dilakukan ditempat umum, si ibu dianggap menyajikan pemandangan erotis. Inilah sebabnya mengapa beberapa negara merasa perlu memberi perlindungan hukum bagi ibu menyusui. Selain untuk meningkatkan kesadaran para ibu akan pentingnya ASI, perlindungan hukum hukum ini juga ditunjukan untuk mengubah persepsi orang pada umumnya bahwa menyusi adalah tindakan yang senonoh.

Senonoh atau tidak, masalah pemberian ASI dengan menyusui ditempat umum tentu menyangkut masalah etiket. Ini dibahas oleh seorang ahli tata krama Carol McD. Wallace, Penulis Elbows Off The Table, Napkin in the Lap, No Video Games During Dinner.”anda harus peduli pada kenyamanan orang lain, tetapi hanya pada taraf kenyamanan bayi anda,:sarannya. Maksud Wallace, ketika hendak menyusui di tempat umum, seorang ibu perlu mempertimbangkan kenyamanan orang lain, sebatas si bayi juga merasa nyaman. Barangkali Wallace hendak mengatakan bahwa bayi tidak perlu berkorban demi orang lain. Walau begitu, si ibu pun harus tetap menjaga agar Payudara tidak tertampakkan secara vulgar.

Masalah itu bisa jadi menyangkut areola payudara ibu yang jelas terlihat oleh orang sekitarnya ketika sedang menyusui. Apakah ini tidak sopan ? Seorang ibu tidak pernah sempat berpikir soal itu. Ketika bayi mulai menangis karena kehausan atau kelaparan, jalan satu-satunya adalah mengeluarkan Payudaranya untuk segera menyusui. Bayi butuh menyusus setiap sekitar dua sampai tiga jam sekali sedangkan bayi usia 6 bulan hanya butuh menyusu empat kali sehari.

Demikian sobat awanukaya.com mengenai artikel berjudul “Bukan Tempat, Tetapi caranya Menyusui” semoga bermanfaat ( Ifan21 )