bakteri dalam madu Awan Ukaya

bakteri dalam madu

mengkonsumsi madu memang enak, serta memiliki manfaat, selain itu madu juga bisa dibuat campuran jamu supaya tidak pahit dan sedap. Madu yang lezat dan banyak manfaatnya ternyata bisa membawa  bahaya bila diberikan pada si mungil yang belum genap berusia setahun.

Madu diambil dari alam dan dikonsumsi dalam kondisi yang murni. Sayangnya, kemurnian tersebut seringkali dicemari oleh bakteri-bakteri yang dapat menghasilkan racun (toksin) dalam saluran pencernaan bayi. Racun tersebut dikenal dengan istilah toksin botulinum. harus menunggu si kecil berusia satu tahu,, saluran pencernaan bayi sudah cukup matang dan bakteri tidak bisa tumbuh berkembang di sana.

Memang cukup disayangkan karena madu terkenal sebagai nutrisi yang baik bagi kesehatan. Namun masalahnya, belum ada proses pengolahan yang mampu membunuh bakteri-bakteri tersebut tanpa merusak madu itu sendiri.

Kasus keracunan memang jarang terjadi karena tidak semua madu mengandung bakteri tersebut. Karena itu, tidak heran jika banyak orang tua tetap memberikan madu pada bayinya tanpa pernah terjadi efek negatif apapun. Masalahnya, bagaimana jika anak kita sedang sial dan mengonsumsi madu yang mengandung bakteri itu. memilih madu yang asli memang sulit didapat dan orisinil, bakteri yang ada dalam madu bisa diujikan, membedakan madu asli dengan madu palsu perlu uji laboratorium yang bisa membuktikan bahwa ada bakteri atau tidak dalam madu.