Bagaimana Menyikapi Sahabat Imajiner Si Kecil ? Awan Ukaya

Bagaimana Menyikapi Sahabat Imajiner Si Kecil ?

Nardo sering tampak asyik bercakap di beranda rumah, sendirian ! Sang ibu awalnya tenang saja. Namun, lama-lama ia mendengar 2 tahunnya sering menyalahkan “si teman” padahal ia sendiri yang berbuat salah. Bagaimana menyikapi sahabat imajiner si kecil ?

Kreativitas Berkembang

Kurang tepat jika anda pikir si 2 tahun menciptakan teman imajiner gara-gara ia kesepian. Imajinasi anak berkembang pesat seiring prkembangan bahasanya. Ketika anda memperkenalkan anak dengan hal-hal baru yang dapat dilihat, di dengar dan di rasakannya, benaknya di penuhi pengalaman baru. Jangan heran jika imajinasinya pun bertumbuh. Apa saja sisi positif perkembangan imajinasinya ini ?

– Kosa kata anak berkembang dengan pengetahuan baru dan krativitas.

– Dengan menjadi sosok yang diinginkannya, anak bisa mempraktikkan hal yang di pelajarinya dan membantunya mengontrol diri menghadapi situasi baru.

– Si kecil belajar memecahkan masalah saat berinteraksi dengan sahabat imajinernya

Menyalahkan Sahabat

Bagaimana jika ia senang menyalahkan sahabat imajinernya saat menumpahkan susu atau merusak mainannya ?

– Jelaskan dengan lugas kesalahan anak.

– Ajak dia memperbaiki kesalahannya. Katakan, misalnya, ” Karena Shrek ( Shreak Adalah Mainan Imajinernya )  tidak bisa membersihkan susu yang tumpah, ayo kamu bantu ibu mengepel tumpahan ini.”

Sangat bijaksana jika anda tidak memarahi anak dan memojokkan keberadaan sahabat imajinernya. Justru dengan masuk dalam dunia tak nyata si kecil, ia merasa anda sahabatnya. Jangan cemas, sahabat imajinernya akan hilang saat ia berusia 5 tahunan.