Anak Usia 1-3 Tahun Awan Ukaya

Anak Usia 1-3 Tahun

Kini si kecil sudah bisa berjalan ! ini merupakan tugas perkembangan penting yang harus dicapai anak di usia sekitar satu tahun. Ketrampilan tangannya kini tak hanya meraih, tetapi juga menjumput dan memegang benda-benda di kesua tanganya. Gerakan yang kian rumit merupakan awal dari ketrampilan yang lebih baik ( tentu bila anda rangsang dengan tepat ! ).

Meski anak tampak banyak bergerak, ia tetap perlu diberi aktivitas fisik untuk mematangkan fungsi otaknya. Gerak-gerak macam apa yang dibutuhkan anak usia 1-3 tahun yang bisa mendukung kemampuannya belajar ?

Usia 1-2 Tahun

Anak usia ini butuh waktu sekitar 30 menit dalam sehari untuk kegiatan fisik yang terstruktur. Sisa waktunya untuk kegiatan fisik yang tidak terstruktur. Di usia ini, anak mengambangkan ketrampilan gerak yang memberi landasan tinggi gerakan yang lebih rumit. Begitu ia mulai menjelajahi lingkungannya dan membangun grak tubuhnya sendiri, coba aja dia beraktivitas fisik dengan memperkenalkan gerakan-gerakan kasar seperti :

– Berlari.

– Menendang.

– Menangkap dan melempar bola ringan ukuran sedang.

Keterampilan-keterapmpilan tersebut dapat meningkatkan keseimbangan, keterampilan mengontrol gerakan, dan daya gerak tubuhnya.

Sedangkan beberapa gerakan lain dapat memicu sumber energi otak, yaitu glukosa. Beberapa gerakan tersebut misalnya saja :

– Berguling,

– Merangkak,

– Merayap ( tiarap )

– Melompat.

Selain memicu glukosa, gerakan-gerakan diatas juga dapat meningkatkan aliran darah yang akan membawa makanan bagi otak dan menciptakan koneksi antar simpul saraf otak gerakan-gerakan dengan otot kecil juga penting bagi saraf.

Misalnya :

– Menyusun balok.

– Menyusun Puzzle ukuran besar.

– Mencoret-coret.

Usia 2-3 Tahun

Di usia 3 Tahun, anak butuh kegiatan fisik terstruktur selama 60 menit. Selebihnya adalah kegiatan tak terstruktur. Di usia ini anak mengembangkan keterampilan gerak yang penting untuk tugas-tugas perkembangan berikutnya.

Beri kesempatan si kecil melakukan berbagai gerak di dalam dan di luar ruangan yang mengandalkan koordinasi gerak tubuh dikombinasi dengan visual, dan permainan yang memacu detak jantung dan merangsang ketrampilan senso-motor seperti :

– melompat

– Berenang.

– Berjalan cepat.

– Berlari

– Menendang

– Menangkap

– Menari

– BErjalan mundur

Bagaimana dengan anak-anak yang tidak cukup melakukan latihan gerak fisik ? apakah itu artinya ‘kiamat’ karena mereka cacat ? tentu saja tidak ! tetapi, tanpa pengalaman gerak yang memadai selama usia balita, ia akan kehilangan kesempatan mengembangkan keterampilan motorik.