Terlalu Banyak Bermain Awan Ukaya

Terlalu Banyak Bermain

Bermain adalah dunia anak. Namun, pertimbangkanlah jika anda membebaskan si kecil bermain saja sepanjang waktu tanpa memberikan kegiatan lain yang juga bermanfaat.

Tiga Alasan Yang Perlu Di Pertimbangkan

Dunia anak memang dunia bermain, shingga tidak sedikit orang tua yang membebaskan anak dari berbagai kegiatan yang mungkin dianggap sebagai pekerjaan, dan mendorong anak untuk menghabiskan sebagaian besar waktunya untuk bermain.

Elizabeth B. Hurlock, Ahli di bidang perkembangan anak, dalam bukunya, Child Development, menyatakan bahwa menghilangkan kesempatan anak untuk mengimbangi bermain dengan kegiatan atau aktivitas bermanfaat lain justru dapat membahayakan penyesuaian pribadi dan sosial putra-putri anda. Dalam hal ini Hurlock mengutarakan tida alasan penting yaitu :

– Terus menerus bermain membuat anak bosan. Apalagi jika terjadi banyak pengulangan permainan, sehingga kegembiraan bermain berkurang. Rasa bosa membuat anak lesu, dan ia menjadi tidak maksimal melakukan kegiatan lain yang sebenarnya dapat dilakukannya, sehingga prestasi yang dicapainya pun tidak maksimal.

– Anak kehilangan rasa percayta diri dari penghargaan sosial yang di perolehnya bila ia berhasil dalam berbagai kegiatan, baik dirumah, di sekolah maupun di masyarakat. Padahal, penghargaan semacam ini jarang didapat dari kegiatan bermain.

– Jika anak selalu dihindarkan dari kegiatan yang dianggap sebagai bekerja, maka anak terdorong menganggap bahwa pekerjaan merupakan sesuatu yang harus dihindari, karena tidak mendatangkan kesenangan. Sikap ini bisa saja berkembang menjadi sikap antikerja yang dapat membahayakan penyesuaian pribadi dan social, juga prestasi dan perasaan berhasilnya.

Demikian Mengenai Artikel Terlalu Banyak Bermain ( Ifan21 )