Sistem pertahanan tubuh bayi Awan Ukaya

Sistem pertahanan tubuh bayi

Semasa dalam kandungan, janin hidup dalam keadaan hampir bebas kuman. Plasenta, yang juga mensuplai makanan, akan menjaganya dari serangan kuman yang coba menyerangnya.

Pada awalnya, bayi bahkan tidak membuat sendiri antibodi yang dibutuhkannya. Sang ibu tersayang akan menyuplai kebutuhan antibodi, dalam hal ini IgG. Antibodi yang disuplai adalah antibodi yang dihasilkan dan dimiliki ibu kala mendapat serangan kuman. Karena itu, ibu yang mendapat imunisasi tetanus saat hamil akan memiliki daya tahan tubuh terhadap tetanus yang akan diteruskan kepada si buah hati. Dengan demikian, buah hati tercinta akan terhindar dari kemungkinan terkena tetanus (tetanus neonatorum) saat lahir ke dunia. IgG adalah satu-satunya antibodi yang dapat melalui plasenta.

Setelah usianya mencapai 10 minggu dalam kandungan, janin mulai membentuk sendiri IgM pada limpa dan sumsum tulang. Kadar IgM ini akan terus meningkat secara perlahan sampai ia dilahirkan. Bila kadar IgM bayi sangat tinggi saat ia dilahirkan, perlu dicurigai adanya infeksi dalam kandungan.

Pengenalan pertama yang mengejutkan terhadap kuman terjadi saat bayi dilahirkan. Jalan lahir yang harus dilewatinya tentu saja tidak bebas kuman. Di sana berkumpul sekian banyak mikroorganisme yang akan mengenai dirinya. Dan disinilah daya tahan tubuhnya mulai diuji. Tentu saja bukan ujian yang terlalu berat. Sang ibu tercinta telah memodalinya dengan IgG yang mampu melindunginya dari serangan pertama. Selain itu, sel darah putihnya pun telah siap untuk membantu pertahanan dirinya.