Sikap Tepat Menghadapi Anak Korban Perceraian Awan Ukaya

Sikap Tepat Menghadapi Anak Korban Perceraian

Setelah perceraian, bagi sebagian anak, masalah masih berlanjut. Perubahan dalam hal keuangan, merindukan salah satu orang tuanya, mungkin juga pindah rumah, yang berarti berpisah dengan teman-teman dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, ayah baru atau ibu baru, dan sebagainya. Semua itu berpotensi menimbulkan trauma pada anak korban perceraian. Apa yang bisa dilakukan ?

Nah berikut ini sobat awanukaya.com saya akan mencoba memberi beberapa tips untuk anda :

– Hindari memposisikan anak ‘dipersimpangan’. Maksudnya, jangan membuat anak memihak salah satu orang tuannya, baik sebelum maupun setelah perceraian.

– Hindari menggunakan anak sebagai mata-mata. Maksudnya, ketika anak kembali dari rumah salah satu orang tuannya, jangan membanjiri anak dengan berbagai pertanyaan seputar kegiatan ayah atau ibunya yang tidak punya hak pengasuhan. sebisa mungkin, masing-masing orang tua menganggap kunjungan itu sebagai hal yang wajar dan merupakan hak anak untuk bertemu orang tuannya.

– Doronglah anak untuk mengungkapkan perasaanya secara bebas, dan siapkan diri anda bila ia sangat marah terhadap kedua orang tuanya, khususnya pada orang tua yang memegang hak pengasuhan. Sebab, salah satu orang tua yang tidak ada, sangat ia harapkan kehadirannya. Sementara, orang tua yang memiliki hak pengasuhan seperti tidak dihargainya. Rasa tidak menghargai ini memungkinkan anak untuk menumpahkan perasaan gusarnya.

– Ingatlah bahwa segala kebaikan yang anda lakukan untuk anak, tujuannya adalah untuk mencegah gangguan emosi di kemudian hari. Mungkin anda tidak selalu dapat melihat dampak positifnya segera, tetapi anda perlu yakni bahwa anak-anak mendapatkan pertolongan anda.

Demikian sedikit tips Sikap Tepat Menghadapi Anak Korban Perceraian. semoga bermanfaat ( Ifan21 )