Perilaku dan berat badan anak Awan Ukaya

Perilaku dan berat badan anak

Saat ini, masalah kegemukan menjadi masalah yang semakin mengancam karena semakin banyaknya orang yang mengalami masalah dalam pengaturan berat badannya. Di Indonesia sendiri, mulai tampak adanya kecenderungan untuk itu, bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak.

Berat badan berlebih hingga kegemukan, telah diketahui berisiko menyebabkan sejumlah penyakit. Sebut saja, penyakit jantung, diabetes, hipertensi, stroke dan masih banyak lainnya. Tapi penelitian di Amerika, memperlihatkan bahwa berat badan berlebihan pada anak juga mempengaruhi pada keadaan perilakunya, terutama pada anak perempuan.

Penelitian pada hampir 10.000 anak yang berusia sekitar 5 tahun, yang sudah bersekolah di taman kanak-kanak, dikumpulkan data tentang tinggi, berat dan laporan dari orangtua serta guru atas masalah perilaku sang anak.

Laporan para guru tentang masalah perilaku anak dikumpulkan, seperti masalah tidak bisa memusatkan perhatian pada saat belajar dan perilaku agresif. Ternyata, masalah perilaku ini terdapat pada lebih dari 81 persen anak perempuan yang berat badannya berlebih dibanding dengan anak laki-laki dengan berat badan berlebih.

Para guru juga melaporkan masalah lain pada anak perempuan dengan berat badan berlebih seperti seperti depresi dan menarik diri pada lingkungan, ternyata 54 persen lebih tinggi pada anak perempuan. Sedangkan para orangtua melaporkan, 49 persen lebih tinggi.

Anak perempuan dengan berat badan berlebih akan sering mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman-teman di sekolahnya seperti mereka lebih sering dipermainkan dan ditertawakan. Hal ini akan membuat perkembangan jiwa mereka menjadi kurang baik, mereka sering menjadi rendah diri.