Perasaan bayi yang sesungguhnya Awan Ukaya

Perasaan bayi yang sesungguhnya

Bayi pada awal kehidupannya selalu membutuhkan perasaan yang  selalu nyaman. sebagian orang berkata bahwa bayi harus dapat menunggu ibunya, jadi tidak setiap saat ia bisa merengek dan dipenuhi segala kebutuhannya. Bereaksi cepat dengan memberi kenyamanan bagi bayi tidak sama dengan memanjakan. Bayi yang tidak berdaya membutuhkan reaksi cepat dari Anda untuk membantunya servive. Rasa aman yang dirasakannya menjadi dasar tumbuhnya kepercayaan dan cinta. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti pada saat berada dalam kandungan, bayi merasa terpuaskan sehingga terjalin kepercayaan pada Anda. Ia yakin mendapat dukungan untuk tumbuh sebagai pribadinya sendiri.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa respons yang diberikan pada bayi yang berusia 6 – 8 bulan memberikan mereka rasa aman, sehingga mereka menjadi lebih percaya diri, siap bereksplorasi, dan belajar. Mereka akan tumbuh lebih mandiri saat usia pra sekolah dibandingkan bayi-bayi lainnya yang terbiasa diacuhkan orang tua. Bayi juga akan belajar sabar jika Anda sabar menghadapi tingkahnya sehari-hari. Oleh karena itu sebelum bayi berumur 4 bulan, Anda harus memiliki kesabaran yang memadai.

Anda tidak sepenuhnya benar jika menganggap setiap kali bayi menangis Anda harus langsung menggendongnya, sehingga Anda tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal lain. Setelah bayi berusia 4 dan 5 bulan, bayi lebih sadar apa yang terjadi di sekitarnya. Kemampuan berkomunikasinya menjadi jauh lebih baik. Matanya menjadi lebih berbinar saat melihat Anda mendekatinya. Tangisannya juga leih dapat dikenali. Anda akan dapat membedakan perbedaan tangis karena rasa lapar atau bosan. Lama kelamaan Anda akan tahu kebutuhan masing-masing.  Sudah saatnya Anda mulai untuk mengajarkan kemandirian. Caranya adalah dengan tidak memanjakannya ketika bayi berkomunikasi dengan berteriak dan menangis. Jika bayi menangis bukan karena lapar atau tidak sedang ingin mengganti popok di tengah malam, segera hampiri, namun jangan langsung menggendongnya. Ajak ia berbicara dengan kata yang menenagkan. Tanyakan apa yang terjadi, belay lembut, dan tunggulah beberapa saat. Mungkin ia akan kembali tidur dengan nyenyak. Jika tidak, gendong dan tenangkan.