Penyebab diare pada bayi / anak Awan Ukaya

Penyebab diare pada bayi / anak

Apa itu diare?

Jika bayi atau anak Anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekuensi atau jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair, maka kondisi itu dinamakan diare.

Seorang bayi yang baru lahir umumnya akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kali sehari, dan bayi yang lebih besar akan mempunyai waktu buang air sekitar 2 hingga 3 kali sehari atau bahkan hanya 2 kali dalam seminggu. Dengan kata lain, Anda harus mengetahui apa yang normal untuk anak Anda dari kebiasaan buang air besar mereka.

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai bayi dan balita. Apa itu diare? Apa saja yang sebaiknya dilakukan? Apa saja penyebab diare? Dapatkah diare ini dicegah? Dan bagaimana sebaiknya penanganan diare?

 

Penyebab diare:

  1. Virus (penyebab diare tersering, dan umumnya karena Rotavirus). Gejala: berak-berak air (watery), berbusa, tidak ada darah lendir, dan berbau asam.
  2. GE (flu perut) terbanyak karena virus.
    Bakteri. Gejala: berak dengan darah atau lendir dan sakit perut. Memerlukan antibiotika sebagai terapi pengobatan.
  3. Parasit (Giardiasis). Gejala: Berak darah dan lendir, sakit perut. Memerlukan antiparasit.
  4. Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotika. Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika, maka sebaiknya hubungi dokter Anda.
  5. Alergi susu. Diare biasanya timbul beberapa menit atau beberapa jam setelah konsumsi susu. Umumnya terjadi pada anak yang alergi terhadap susu sapi atau produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
  6. Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lainnya, seperti infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak, dan lain-lain.