Pengganti ASI bila tidak cukup Awan Ukaya

Pengganti ASI bila tidak cukup

Setiap ibu pasti selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi bayi mereka. Termasuk dalam makanan, mereka berusaha selalu untuk memberikan makanan terbaik bagi bayi yaitu ASI. Namun, terkadang ASI seorang ibu sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali. Lalu, apa yang perlu dilakukan agar kebutuhan gizi si kecil tetap terpenuhi?

Memang kini sudah begitu susu formula pengganti ASI tersedia di pasaran. Mutunya memang tidak lebih baik dari ASI, tapi bayi biasanya dapat mengkonsumsinya tanpa menemui banyak masalah. Namun begitu, ada beberapa hal yang perlu ibu perhatikan sebelum memutuskan untuk beralih ke susu formula:

Kebersihan
Apa yang perlu diperhatikan?

  1. Jagalah kebersihan botol susu agar terbebas dari kontaminasi.
  2. Tutuplah kaleng susu rapat-rapat begitu Anda selesai menyiapkan susu.
  3. Berikan susu formula yang telah dicampur dengan air hangat.
  4. Jangan memberikan susu sisa atau susu yang tidak disimpan dalam lemari es lebih dari satu jam.
  5. Bila Anda tak ingin langsung memberikan susu, segera masukkan susu ke dalam lemari pendingin.
  6. Susu biasanya dapat bertahan selama 24 jam.
  7. Bersihkan botol susu dengan cara merebusnya selama kira-kira 10 menit, agar semua sisa susu yang tertinggal dalam botol dapat ikut luruh.

Jumlah susu
Apa yang perlu diperhatikan?

  1. Sebelum menyiapkan susu, bacalah dengan teliti label pada kaleng kemasan mengenai berapa banyak susu yang harus Ibu berikan. Jumlah susu yang berlebihan hanya akan membahayakan bayi, karena protein dan garam yang berlebihan dalam susu bisa berdampak tak baik bagi ginjal bayi yang belum berkembang sempurna.
  2. Sendoklah susu bayi dengan takaran sendok pengukur yang tersedia dalam kaleng susu, lalu ratakan permukaan sendok dengan menggunakan pisau yang bersih.
  3. Waspadai bila berat badan bayi tak kunjung bertambah, atau bayi memperlihatkan gejala alergi. Mungkin saja susu formula yang Anda pilih tidak sesuai dengan si kecil, sehingga harus diganti dengan yang lain.

Sumber: Buklet Milna “Gizi Seimbang bagi Si Kecil”