Mengatasi keracunan pada anak Awan Ukaya

Mengatasi keracunan pada anak

Keracunan makanan terjadi karena benda yang bersentuhan dengan kita / maupun makanan yang kita makan mengandung suatu zat yang berbahaya, dan tentunya resiko anak terkena keracunan makanan semakin besar karena ketidak tahuan mereka. Sebagai orangtua, tentu menjadi kewajiban kita untuk melindungi mereka.

Jika Anda menemukan gejala-gejala seperti pusing, mual, muntah-mutah, dan diare, segera tanyakan kepada anak, atau minta anak untuk menunjukkan apa yang telah dimakan atau diminum. Jika terdapat wadah ataupun botol berlabel yang berada di sekitar anak, segera baca dan ikuti cara penanganan pertama terhadap keracunan. Atau Anda dapat menghubungi pusat penanganan keracunan, atau Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit.

Lakukan pertolongan pertama sebelum membawa anak ke rumah sakit. Jika anak masih berada dalam keadaan terjaga atau sadar, dan zat tersebut tidak bersifat korosif atau iritatif, maka Anda dapat :

  1. Membebaskan jalan nafas. Longgarkan pakaian, bersihkan lubang hidung dan mulut dari berbagai sisa kotoran atau bahan beracun dengan kain bersih.
  2. Memberikan air putih, air susu, atau air kelapa muda. Bertujuan agar kekuatan racun dalam tubuh berkurang.
  3. Masukkan jari Anda ke dalam kerongkongan anak, saat anak berada dalam posisi menunduk. Tindakan ini dimaksudkan agar anak muntah. Dengan muntah diharapkan racun dapat terbawa keluar.

Jika anak tidak kunjung membaik, atau menunjukkan gejala yang lebih parah seperti kejang, maka segera bawa anak ke dokter atau ke rumah sakit terdekat. Jangan lupa untuk membawa makanan atau sisa bahan beracun yang Anda duga sebagai penyebabnya.