Kreativitas dan keintelegensian anak Awan Ukaya

Kreativitas dan keintelegensian anak

Keinteligensian pada anak terlihat dari kreativitasnya sewaktu kecil. Anak yang ber IQ tinggi akan terlihat pada kreativitasnya yang tinggi pula. Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, namun bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal tersebut.

IQ yang rendah diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah. Namun semakin tinggi IQ seseorang, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Hubungan IQ dan kreativitas yang dimiliki seseorang dapat dilihat hingga IQ tertentu. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.

Para ahli berusaha menemukan penyebabnya mengapa hal tersebut terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas merupakan suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Sebaliknya, tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.