Gizi seimbang untuk bayi Awan Ukaya

Gizi seimbang untuk bayi

Dimasa pertumbuhan awal anak, memberi makanan kepada mereka merupakan hal yang cukup sulit. Ia tidak hanya membutuhkan asupan gizi yang memadai, tapi juga tepat dan seimbang.

Khusus untuk anak usia 4 hingga 8 bulan, susu memang tetap merupakan makanan utama yang sarat akan gizi. Beruntunglah bila ibu mempunyai ASI memadai untuk memenuhi gizi si kecil secara optimal. Tapi bagaimana halnya bila Ibu tidak mempunyai cukup ASI, atau gizi si kecil sudah tidak terpenuhi lagi hanya dengan ASI? Bagaimana cara Ibu memperkenalkan formula lanjutan atau pelengkap yang tepat bagi si kecil?

Agar ibu tak perlu merasa cemas pada saat menggantikan ASI, Ibu perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai seluk beluk gizi serta cara pemberian makanan pelengkap yang tepat buat si kecil. Dan untuk menghindari salah kaprah, tip-tip berikut ini ingin mengajak ibu untuk lebih mendalami kebutuhan gizi si kecil serta cara tepat pemberian gizi seimbang yang dibutuhkan si kecil pada masa pertumbuhannya. Dengan pengetahuan yang optimal, niscaya si kecil tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, dan tentu saja menjadi kebanggaan Ibu.

ASI tetap yang terbaik

ASI merupakan makanan pertama dan utama yang sangat dibutuhkan si kecil. Selain bersih dan aman untuk diberikan pada si kecil, ASI mengandung zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan bayi. Dibandingkan susu formula, ASI mengandung lebih banyak kolesterol yang justru dibutuhkan bayi untuk pembentukan sarafnya.

Kelebihan lainnya adalah zat-zat gizi yang terkandung dalam ASI mudah dicerna dan diserap bayi, dibanding zat-zat gizi yang terkandung dalam susu formula. Contohnya, lemak. Lemak dalam ASI lebih mudah dicerna dan diserap karena ASI mengandung enzim penyerap lemak yang disebut lipase. Pemberian ASI juga berfungsi untuk mencegah bayi minum terlalu banyak, karena aliran ASI selalu berbeda-beda dan keluar sesuai dengan kebutuhan bayi.