Efek buruk minum kopi berlebihan Awan Ukaya

Efek buruk minum kopi berlebihan

Siapa sih yang tidak kenal kopi, teman kecil yang selalu menemani kita saat beraktifitas saat dikantor, maupun teman untuk mengusir rasa kantuk di malam hari. Kopi sangat dikenal oleh masyarakat kita dan kebiasaan minum kopi pada seseorang seringkali sulit untuk dihindarkan. Seperti halnya dengan merokok atau konsumsi minuman beralkohol, minum kopi memang sulit untuk dilepaskan jika sudah menjadi suatu kebiasaan seseorang. Hal itu disebabkan karena dalam kopi terdapat kandungan kafein yang  dapat menimbulkan efek candu atau ketagihan. Minum kopi dapat juga menjadi suatu kebiasaan dalam sebuah keluarga.

Tetapi, sebenarnya meminum kopi belum tentu menyebabkan suatu masalah besar dalam kesehatan seseorang tentunya apabila di konsumsi dengan jumlah yang tidak banyak. Namun, ada hal yang sudah di pastikan dari kopi adalah kandungan kafein, yaitu zat aktif dalam kopi, mempunyai beberapa pengaruh terhadap tubuh, antara lain menimbulkan kontraksi otot polos di saluran kemih. Sehingga saat meminum kopi dengan banyak rasa ingin buang air kecil.

Selain itu, akibat menikmati kopi yang terlalu berlebihan dapat berdampak pada aliran darah ke ginjal. Bertambah cepatnya detak jantung dan dilatasi pembuluh darah arteri memberikan pengaruh bertambah derasnya aliran darah ke ginjal. Namun meminum kopi bukanlah sebuah kebiasaan yang harus diwaspadai apabila anda tidak memiliki kelainan pada ginjal. Gagal ginjal lebih disebabkan oleh faktor genetik, penyakit infeksi, penyakit metabolisme atau gangguan kelenjar tiroid, dan penyakit sistemik seperti hipertensi, diabetes, serta tumor.

Hal yang harus diwaspadai adalah efek dari meminum kopi secara berlebihan. Konsumsi kopi yang wajar adalah ( 2 cangkir per hari). Namun berhati-hatilah jika anda orang yang merasa kecanduan kopi lantas selalu minum kopi secara berlebihan, (misalnya 4-5 cangkir per hari). Namun menghentikan kebiasaan minum kopi yang berlebihan tidak mudah karena kita telah kecanduan dari bahan kopi tersebut, namun hal ini dapat dilakukan apabila dilakukan secara bertahap.

Dimulai dari jumlah cangkir per hari sampai pada pengurangan jumlah takarannya per cangkir per harinya.