Bila si kecil jatuh … Awan Ukaya

Bila si kecil jatuh …

Si Kecil yang mulai aktif bergerak, akan sering mencoba melakukan hal-hal yang baru. Menaiki tangga, kursi atau hanya berjalan biasa saja dapat menyebabkan si kecil jatuh. Hal ini disebabkan karena si kecil baru pertama kali melakukan semua itu, dan masih belum trampil melakukannya.

Biasanya jatuh akan menyebabkan cedera ringan seperti memar atau benjol, tapi dapat juga menyebabkan cedera berat yang memerlukan perawatan medis segera.

Bila si kecil hanya mengalami cedera ringan, Anda dapat tangani sebagai berikut:

  1. Peluk si kecil dan tenangkan dia, hingga tanggisnya berhenti.
  2. Letakkan kompres dingin pada daerah yang memar atau benjol.
  3. Biarkan si kecil beristirahat selama beberapa jam.
  4. Awasi si kecil terutama untuk 24 jam pertama, untuk melihat apakah si kecil menunjukkan tanda-tanda atau perilaku yang tidak seperti biasanya.
  5. Yang terpenting dari semua itu adalah untuk melakukan pencegahan, yang mencegah si kecil jatuh atau bila si kecil jatuh juga tapi jatuhnya tidak membahayakan dirinya. Misalnya, jangan biarkan si kecil berada di atas tempat tidur, meja atau kursi tanpa pengawasan, lapisi tempat bermainnya dengan karpet tebal dan lain sebagainya.

Segeralah bawa ke dokter, bila si kecil menunjukkan tanda atau gejala sebagai berikut:

  1. Si kecil terlihat mengantuk dan ingin tidur terus atau sulit dibangunkan.
  2. Muntah yang lebih dari 2 kali.
  3. Menangis terus.
  4. Mengeluh nyeri pada bagian tubuhnya atau rasa nyeri yang terus bertambah.
  5. Tidak dapat berjalan seperti biasanya.
  6. Mudah tersinggung atau rewel.
  7. Kedua bola matanya tidak dapat difokuskan.
  8. Berperilaku yang tidak seperti biasanya.
  9. Dalam keadaan tertentu, sebaiknya jangan memindahkan si kecil dari posisi semula. Karena dikhawatirkan akan membuat cederanya semakin berat seperti pada keadaan yang dicurigai adanya patah tulang.

Panggillah segera dokter jika ditemukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kemungkinan si kecil mengalami cedera serius yang mengenai kepala, leher, punggung, panggul atau paha.
  2. Si kecil mengalami kesulitan untuk bernafas.
  3. Mengalami kejang-kejang.
  4. Dalam keadaan tidak sadar (pingsan) atau sebelumnya ada pingsan.
  5. Mengeluarkan cairan atau darah dari lubang telinga, hidung atau mulutnya.