Bila Anak berkacamata Awan Ukaya

Bila Anak berkacamata

Masa kanak-kanak adalah masa menyerap berbagai informasi. Dan, mata merupakan “pintu” informasi yang cukup penting peranannya. Terbayang apa jadinya bila mata si kecil bermasalah? Tak perlu risau bila si kecil harus memakai kacamata. Sebab, alat bantu ini justru akan membantunya beraktivitas.

Memakai kacamata bukanlah akhir segalanya bagi si kecil. Ini merupakan masalah gangguan pembiasan (refraksi). Gangguan pembiasan akan membuat obyek yang ditangkap oleh mata terlihat tidak fokus alias buram. Keadaan inilah yang dikoreksi dengan pemakaian kacamata atau lensa kontak.

Sebenarnya, ada berbagai jenis gangguan pembiasan. Yang biasanya dialami anak-anak adalah kelainan mata minus (gangguan pembiasan rabun jauh) dan kelainan mata plus (gangguan pembiasan rabun dekat).

Anak memiliki kelainan mata minus jika menunjukkan perilaku berikut:

  1. Umumnya jarak mata normal saat melihat gambar atau membaca buku sekitar 30 cm. Anak yang mengalami gangguan ini biasanya akan mendekatkan matanya ke buku hingga jarak kurang dari 20 cm.
  2. Ketika menonton televisi, ia akan duduk dengan jarak yang sangat dekat, bahkan bisa jadi berdiri di dekat layar televisi.
  3. Begitu melihat obyek yang jauh, ia akan memicingkan matanya sambil memiringkan kepala, seolah-olah berusaha mencari fokus yang jelas.

Sedangkan anak yang memiliki kelainan mata plus akan menunjukkan perilaku berikut:

  1. Begitu melihat gambar atau bacaan, anak akan menjauhkan matanya dari buku tersebut.
  2. Anak cepat mengeluh lelah dan merasa tidak nyaman ketika menggambar, menulis atau membaca.
  3. Terkadang mata anak mudah berair, merah, bahkan terasa gatal.
  4. Bila Anda mencurigai adanya gangguan pada penglihatannya, apalagi jika si kecil sampai mengeluh, segeralah konsultasikan ke dokter