Bahaya televisi untuk anak Awan Ukaya

Bahaya televisi untuk anak

Saat ini, bukan hanya bahaya berat badan berlebih saja yang dapat diderita buah hati Anda, tapi bahaya kenaikan tekanan darah dapat juga dialaminya, yang dapat menyebabkan hipertensi, penyakit jantung dan stroke pada saat mereka baru berusia 20 tahun.

Ini bukan hanya perkiraan saja, tapi merupakan hasil dari penelitan dari dokter-dokter di AS, yang tertuang dalam Journal of the American Medical Association.

Walaupun penelitian itu dilakukan terhadap anak-anak Amerika, yang berusia antara 8 – 12 tahun, tapi tidak berarti bahwa hal itu tidak terjadi pada anak-anak di Indonesia. Dan untuk itu diperlukan penelitan lebih lanjut dari para ahli di Indonesia.

Dari penelitian tersebut, terlihat bahwa terjadi peningkatan proporsi berat badan berlebih, untuk anak laki-laki dari 11,3 % pada tahun 1988 – 1994 dan 15,5 % pada tahun 1999 – 2000 dan untuk anak perempuan, dari 9,7 persen menjadi 15,5 %. Sedang pada penelitian lain, yang menghubungkan dengan kenaikan tekanan darah, terlihat kenaikan pada tekanan sistolik (nilai atas pengukuran tekanan darah) sebesar 1,4 mmHg dan tekanan sistolik (nilai bawah pengukuran tekanan darah), sebesar 3,3 mmHg.

Peningkatan-peningkatan ini disebabkan karena meningkatnya Indeks Masa Tubuh, yaitu perbandingan antara tinggi badan dan berat badan anak, diet anak yang berubah dimana lebih menyukai makanan cepat saji dan berkurangnya aktifitas fisik anak dimana anak lebih senang menonton televisi dan permainan dari layar televisi atau komputer.

Sebagai orangtua, anda harus cepat mengambil tindakan yakni:

Jangan beri makan anak anda makanan cepat saji, karena selain tidak ada gizinya, makanan itu merupakan makanan yang buruk baik untuk anak dan orang dewasa.

Jangan biarkan anak menonton televisi dan permainan dari layar televisi atau komputer. Didik mereka dengan kegiatan sehari-hari yang berguna misalnya ajari anak anda untuk membantu hal-hal yang ringan, dan tentu aktifitas yang paling berguna adalah ajarkanlah ia mengaji dan membaca al-qur’an. Dengan begitu anak anda akan tumbuh menjadi anak yang shaleh, berbakti dan berjiwa hebat, hal ini tidak bisa bandingkan dengan anak yang tumbuh melihat televisi dan teracuni oleh program televisi tersebut.