bahaya Bayi muntah Awan Ukaya

bahaya Bayi muntah

Anak-anak / bayi seringkali muntah, dan tentunya sebab muntah tersebut beragam, misalnya pada saat mengkonsumsi makanan yang tidak dapat dicerna olehnya atau adanya gangguan pencernaan, yang dapat disertai dengan diare. Bila disebabkan karena hal-hal tersebut, anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut dapat diatasi. Yang terpenting adalah memberikan asupan cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Beberapa keadaan muntah di bawah ini perlu mendapat perhatian khusus dan penanganan segera dari dokter. Keadaan ini mungkin merupakan tanda yang menunjukkan keadaan yang lebih serius daripada sekadar infeksi saluran pencernaaan:

  1. Muntah yang proyektil (memancar), terutama pada bayi yang kurang dari 3 bulan.
  2. Muntah yang terjadi kembali pada saat diberikan makanan normal.
    muntah yang terjadi setelah adanya cedera kepala.
  3. Muntah yang terjadi setelah bayi minum cairan elektrolit (Pedialit) dalam 24 jam.
  4. Muntah yang disertai dengan demam 38 derajat Celcius pada pengukuran suhu dubur.
  5. Muntah yang berwarna kehijauan atau kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.
  6. Muntah berwarna merah (bercampur dengan darah).
  7. Muntah yang disertai rasa nyeri pada perut .
  8. Muntah yang berwarna coklat kehitaman yang berasal dari darah yang bercampur dengan asam lambung.
  9. Muntah dengan perut yang terasa keras, kembung dan nyeri.

Bila si kecil menunjukkan muntah dengan tanda-tanda di atas, segeralah bawa dan periksakan ke dokter agar cepat mendapat penanganan.