Anak menonton tv sebabkan obesitas Awan Ukaya

Anak menonton tv sebabkan obesitas

Televisi sudah menjadi barang sekunder bagi setiap rumah tangga. Namun, ironisnya, televisi lebih banyak keburukan bagi orang. Mulai dari malas sampai penyakit yang cukup serius. Terlalu banyak menonton televisi sudah menjadi rahasia umum bahwa hal tersebut dapat menyebabkan overweight (berat badan berlebih) pada manusia tidak hanya orang dewasa namun pada anak-anak. Menurut Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine. Namun, kondisi itu hanya berlaku bagi anak-anak dengan orangtua yang menderita obesitas.

Dalam penelitian tersebut, kelompok anak dari orangtua dengan berat badan yang normal menunjukkan lamanya waktu menonton TV tidak mempengaruhi peningkatan berat badan mereka. Selain itu, diyakini pula bahwa status berat badan orangtua adalah faktor penting terhadap hubungan antara menonton TV dan berat badan anak.

Penelitian dilakukan melalui interview di dalam rumah maupun melalui telepon, yang melibatkan 1.483 anak-anak berusia 6 hingga 19 tahun dan menunjukkan bahwa obesitas pada orangtua berkaitan secara langsung dengan risiko overweight pada semua anak-anak, kecuali pada anak laki-laki berusia 6 hingga 9 tahun. Selanjutnya, untuk anak laki-laki berusia 14 hingga 19 tahun dan anak perempuan 10 hingga 13 tahun dengan orangtua yang obesitas, risiko overweight meningkat seiring dengan peningkatan jumlah jam yang dihabiskan untuk menonton TV.

Televisi menyebabkan risiko yang nyata pada masa remaja dari anak-anak yang memiliki sejarah keluarga menderita obesitas. Pengurangan jumlah waktu menonton TV yang diperjuangkan untuk mengurangi risiko overweight pada anak-anak ternyata bersifat efektif pada anak laki-laki saja.

sumber: Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine