Konon virus hepatitis C tidak secara langsung menulari bayi. Itu kabar baiknya. adakah kabar buruknya ?
Akhir-akhir ini, nama virus hepatitis C sering kita dengar. Sayangnya, bukan dalam hal yang positif. Hepatitis C adalah salah satu dari sekian jenis penyakit hepatitis atau penyakit gangguan fungsi hati. Apalagi, vaksin pencegahannya belum ditemukan.
Sampai saat ini, virus hepatitis C diam-diam telah memakan banyak korban. Menurut data badan kesehatan dunia ( WHO ) pada tahun 2000, virus ini telah menjangkiti sekitar 3% dar populasi dunia, yaitu sekitar 170 juta jiwa, dan setiap tahunnya 3-4 juta orang terinfeksi. Sedangkan penderita hepatitis C di Indonesia sendiri mencapai 7 juta orang.
Sering Tanpa Gejala
Virus hepatitis C ditemukan sekitar tahun 1987. Sebelumnya, hanya ada 2 macam virus hepatitis yang diketahui, yaitu virus hepatitis A dan B itu sebabnya virus hepatitis C sempat dinamakan virus non A – non B.
Apa bedanya penyakit hepatitis C bila dibandingkan dengan penyakit hepatitis yang telah kita kenal lebih dulu ? “Hepatitis C bisa jadi masalah kesehatan yang serius, karena dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker hati. Bahkan, dibandingkan hepatitis B, hepatitis C lebih sering menyebabkan penyakit hati menahun, ” Jawab Prof. Dr. Lesmana, Sp. PD, Ketua perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, pada program kampanye peduli hepatitis C bulan lampau di jakarta pada bulan semptember 2004 lalu dijakarta.