Skip to content

Awan Ukaya

Menu
  • Home
  • Tentang Awan Ukaya
    • Tips
    • Catatan WebMaster
    • Asal Posting
  • Internet
    • Bisnis
    • Adsense
    • Belajar SEO
    • Cara Buat web Blog
    • Aksesoris Bisnis Online
  • Lain lain
Menu

Tips mengatasi diare anak

Posted on October 28, 2012October 30, 2012 by

Diare merupakan suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi pada tinja, yang melembek atau mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya (empat kali atau lebih dalam sehari).

Umumnya diare disebabkan karena adanya infeksi (oleh virus, bakteri, maupun parasit), malabsorbsi, alergi, dan juga intoksikasi. Disebut sebagai diare bila tinja berbentuk cair dan dengan frekuensi pengeluaran lebih dari empat kali dalam sehari.

Ada dua mekanisme dasar terjadinya diare, yaitu:

  1. Absorbsi karbohidrat dan lemak yang buruk, disebut juga dengan diare osmotik. Pada diare jenis ini, dinding usus mengalami kerusakan.
  2. Pengeluaran cairan di usus yang berlebihan akibat toksin, disebut juga dengan diare sekresi. Pada diare jenis ini, permukaan dinding usus tidak rusak.

Beberapa tanda diare yang diakibatkan berbagai infeksi , yaitu:

Shigella
Seringkali timbul pada anak berusia kurang dari dua tahun. Penderita tampak sakit berat, lemas, panas tinggi, dan disertai dengan kejang. Feses penderita biasanya berbentuk cair dan berdarah.

Kolera
Merupakan diare jenis hipersekresi. Kuman tersebut mengeluarkan endotoksin sehingga menyebabkan pengeluaran cairan yang berlebihan di usus, sehingga si penderita akan kehilangan banyak elektrolit. Umumnya timbul secara mendadak dan menyerang anak dengan usia lebih dari dua tahun. Terkadang disertai dengan muntah dan jarang disertai panas badan. Pada jenis ini, penderitanya akan cepat mengalami dehidrasi.

Virus
Ditandai dengan adanya muntah-muntah. Akibatnya ion kalium pada penderita akan banyak yang hilang dan menyebabkan kekurangan kalium dalam darah. Diare akibat virus ini bersifat self limited.

Salmonella
Ditandai dengan feses yang berbau seperti telur busuk. Tanda-tanda klinis penderita tidak begitu berat dan jarang terjadi dehidrasi.

Amoeba
Ditandai dengan adanya lendir dan darah dalam feses. Penderita tampak tidak sakit, jarang dehidrasi maupun panas. Lama timbulnya sekitar 1-2 minggu.

Pada anak atau balita, tanda-tanda dehidrasinya berupa rewel dan sering haus. Pada keadaan yang berat, anak menjadi kurang respon terhadap keadaan sekitarnya dan terlihat lemah. Sebaiknya segera berikan cairan rehidrasi oral, seperti oralit atau larutan gula garam secepatnya. Konsumsi ASI tetap diberikan. Bila si bayi minum susu selain ASI, sebaiknya berikan susu yang rendah laktosa.

Bila diare tidak kunjung sembuh dan anak terlihat dehidrasi, konsultasikan segera pada dokter yang tepat.

Category: Lain lain

Recent Posts

  • Rindu ingin menulis blog
  • Alkohol menyebabkan gugur Kandungan
  • Manfaat dari Plasenta
  • Refleks dari ASI
  • Olahraga yang baik bagi Ibu Hamil

Categories

  • Adsense
  • Aksesoris Bisnis Online
  • Asal Posting
  • Belajar SEO
  • Bisnis
  • Cara Buat web Blog
  • Catatan WebMaster
  • cerita investasi
  • Internet
  • Lain lain
  • tips
© 2026 Awan Ukaya | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme