Sembuh tanpa luka parut Awan Ukaya

Sembuh tanpa luka parut

Sembuh tanpa luka parut
Pada cedera ringan, bagian sprain diistirahatkan dulu dengan dibidai, biasanya dengan kain pembalut coklat. Jadi, tak mesti digips (sering menjadi momok bagi sebagian orang). Bila tulang patah, secara alami sebenarnya bisa bersambung lagi. “Tulang dan usus adalah dua organ tubuh istimewa yang bisa pulih tanpa luka parut,” tutur Luthfi. Masalahnya, kita menginginkan sambungan yang baik dan bisa berfungsi seperti semula dalam waktu relatif cepat. Dokter akan membius pasien hingga tenang dan lemas, supaya mudah mengembalikan tulang ke posisi yang benar. Inilah bedanya dengan tukang pijat atau dukun tulang yang melakukan tindakan tanpa bius pemati rasa. Pasien yang memberontak karena kesakitan malah dapat memperparah kondisi tulang. Bisa saja tulang tersambung, namun dalam posisi tak normal.

Tak sedikit kejadian, gara-gara keseleo lalu diurut ke dukun tulang, penderitanya malah menjadi timpang karena tungkainya “pendek sebelah”. Kadang terjadi cedera parah yang disebut dislokasi, tulang-tulang keluar dari tempurungnya. Biasanya terjadi pada pergelangan tungkai bawah atau lutut. Terjadi nyeri hebat, harus ditangani dokter kurang dari delapan jam. Bila terlambat, akan ada jaringan mati karena terputus dari aliran darah. Akibat akhirnya adalah tulang mati, terjadi pengapuran bahkan bisa diamputasi.

Bila terjadi dislokasi, dukun tulang pun biasanya langsung mengenali dan menolak menangani, menyarankan harus segera dibawa ke rumah sakit. Dislokasi mudah ditandai. Korban biasanya tak bisa berjalan sama sekali, bahkan tak bisa dipapah, sehingga harus digotong. Terjadi bengkak hebat sampai kebas di ujung kaki. Ujung-ujung dislokasi bila terjadi di pergelangan kaki, telapak dan jemari biasanya berwarna pucat, tanda darah tak lagi mengalir.

sumber : luthfi