Racun timbel mengancam kita sehari-hari Awan Ukaya

Racun timbel mengancam kita sehari-hari

Timbel (Pb) merupakan satu jenis logam berat yang dapat menyebabkan keracunan. Paparan zat ini sangat berbahaya bagi janin dan anak-anak, terutama perkembangan otak dan sistem saraf mereka.

Timbel masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan (85%), pencernaan (14%) dan kulit (1%).  Sumber utama pencemaran timbel adalah bensin bertimbel. Sekitar 3.5 juta kendaraan bermotor di Jakarta membuang sekitar 600 ton timbel per tahun.  Selain itu, banyak kemasan wadah makanan yang mengandung timbel.

Meminimalkan risiko si kecil terpapar timbel dapat dilakukan dengan cara :

  1. Pilih bahan bakar yang ramah lingkungan
    Misalnya Super TT dan premix. Harganya memang sedikit lebih mahal, namun aman bagi lingkungan, termasuk keluarga Anda.
  2. Hati-hati memanaskan mesin mobil
    Kita seringkali memarkir mobil di rumah dengan bagian belakang mendekati pintu rumah.  Akibatnya ketika memanaskan mobil, asapnya masuk rumah. Keluarkan mobil sebelum dipanaskan atau memarkirnya dengan bagian depan di dekat rumah agar asap terbuang keluar.
  3. Pakailah Masker
    Bila pergi berjalan-jalan ke tempat yang banyak mobil berlalu lalang. Pakailah masker dari kain kassa yang dibasahi. Air yang ada di antara benang-benang kain akan membantu menangkap polutan, termasuk timbel dari asap mobil.
  4. Gendong anak ketika berada di keramaian lalu lintas
    Asap yang keluar dari knalpot mobil biasanya sejajar dengan tinggi badan anak sehingga anaklah yang lebih dahulu menghirup timbelnya.
  5. Kurangi konsumsi makanan kaleng
    Karena sambungan penutup makanan yang dikemas dalam kaleng biasanya dipatri dengan bahan yang mengandung timbel.

Sumber: Majalah Ayahbunda