Memahami arti tangisan bayi Awan Ukaya

Memahami arti tangisan bayi

Menangis merupakan bahasa pertama yang dimiliki bayi. Si kecil selalu menangis saat haus, lapar,  kesakitan, tak nyaman, kedinginan, lelah atau bosan.
Pada usia 3 bulanlah si kecil banyak menangis, jika dijumlah sehari sekitar 2 jam waktunya untuk menangis sehari.

Menangis yang tidak bisa didiamkan biasanya disebabkan karena lapar, meskipun ia baru saja 2 jam lalu disusui, jangan ragu menyusuinya lagi. Jika menolak, mungkin popok basah atau si kecil hanya ingin dipeluk.

Ada beberapa yang menganggap bayi yang rewel karena masuk angina atau kembung, karena bayi yang minum susu formula menelan sedikit udara pada saat menyusui. Setelah bayi ditgakkan ataupun ditepuk-tepuk punggungnya bayi tidak juga bersendawa setelah 2-3 menit, dapat langsung ditidurkan.

Strategi mneghentikan tangisan bayi dapat dicoba dengan mengayun bayi dalam dekapan, ayunan ini memiliki efek menenangkan atau menggeser posisi tidurnya saja dapat membuat tangisnya reda.

Dapat dengan sentuhan, yaitu memegangnya lembut namun mantap, setelah itu dipeluk sedekat mungkin. Jika masih menangis diletakan dalam selimutnya dengan membelainya.

Atau dicoba pula dengan suara, misalnya menyanyikan lagu dengan ritme dan nada yang sudah dikenalnya. Karena ada beberapa bayi yang menyukai suara monoton misalnya suara mesi cuci. Hal ini yang dirangsang adalah indra pendengarannya karma pendengaran merupakan indra paling dini menerima rangsang dan paling cepat menerima rangsang, dan sikecil dapat merespon suara  sehingga akan merasa senang.

Alterlatif lainnya dengan benda yang dapat membuatnya menarik, misalnya mainan yang diletakka didekatnya. Menggunakan teknik diatas haruslah dengan konsisten, karena bila salah satu teknik sudah terbiasa bagi si bayi, si kecilpun akan mengenalinya dan akan merasa nyaman.