Cara penyembuhan demam berdarah dengue Awan Ukaya

Cara penyembuhan demam berdarah dengue

Sindroma renjatan dengue / Dengue shock syndrome (DSS) adalah DBD pada grade yang berat, yakni grade 3 & 4. Hal yang membedakan dengan DBD grade 1 & 2 adalah munculnya tanda-tanda syok (gangguan sirkulasi darah) dimulai dengan nadi yang cepat (lebih dari 100 x per menit), tekanan nadi turun (kurang dari 20 mmHg) atau ujung-ujung tangan dan kaki dingin, hingga penurunan kesadaran (tampak mengantuk – tidur sulit dibangunkan)

Penanganan, seluruh demam setelah 2 hari harus diperiksa darah rutin agar dapat terdeteksi, apakah demam ini berkaitan dengan infeksi dengue atau tidak. Penurunan trombosit tidak serta merta berarti terkena infeksi virus Dengue, namun perlu diwaspadai.

Seseorang yang positif terkena infeksi virus Dengue sebaiknya dirawat di rumah sakit, dan mendapatkan cairan infus serta obat penurun panas. Obat lain yang diberikan biasanya berkaitan dengan gejala yang ada, misalnya mual, maka akan diberi anti mual. Antibiotik tidak disarankan pada pengelolaan pasien dengan infeksi virus Dengue, karena tidak ada manfaatnya.

Infus serta minum merupakan penanganan terpenting, karena menjaga volume darah agar tidak berkurang. Kegawatan pada DBD / DSS biasanya disebabkan karena volume darah yang berkurang, baik karena kebocoran plasma atau karena perdarahan di dalam.

Durasi penyakit berlangsung 7 – 10 hari, dengan masa kritis hari kelima sampai hari ke delapan, dan yang dapat melalui masa kritis biasanya sembuh dengan sempurna tanpa adanya gejala sisa. Masa kritis biasanya justru dimulai dengan turunnya demam di mana pasien yang tidak memeriksakan diri cenderung merasa sudah akan sembuh.