Toilet Training Gampang-Gampang Susah Awan Ukaya

Toilet Training Gampang-Gampang Susah

Mengajari balita memang membutuhkan kesabaran yang cukup. Mulai dari cara makan dan minum yang benar, bersosialisasi, dan yang tak kalah pentingnya adalah toilet training. Pelajaran ini sangat bermanfaat agar anak mengerti pentingnya etika dalam ber-toilet training. Menginjak usia 2 tahun, sebaiknya anda sudah mengajarinya bagaimana menggunakan WC dengan benar, atau biasa disebut toilet training.

Mulailah dengan melatihnya agar mempunyai sensitivitas terhadap organ tubuhnya sendiri, misalnya tahu kapan kandung kemihnya penuh atau kapan ia ingin buang air besar. tanda kalau ia sudah sensitif adalah jika bisa mengkomunikasikan atau memberi tanda kalau ia ingin buang air.

Kenalkan ia dengan proses menggunakan pispot dan cara kerjanya dengan istilah-istilah yang sederhana. Semakin akrab anak dengan proses tersebut, semakin mudah baginya untuk menjalaninya. Latihan dimulai dengan membiasakannya masuk ke WC, dan duduk di toilet. Terangkan juga manfaat penggunaan toilet. agar ia tidak merasa takut sendirian, temani si kecil sambil ngobrol, membacakan buku atau menyanyikan lagu.

Karena kemampuan motorik anak mungkin belum berkembang sempurna, ajari anak untuk membuka celananya dengan cepat. Termasuk mengupayakan anak duduk nyaman di atas pispotnya, dengan menyediakan tambahan dudukan pispot yang bisa digunakan untuk anak-anak. Dengan begitu, tubuh anak yang mungil tidak tenggelam ke dalam pispot dan anak akan senang melakukan kegiatan ini.

Agar latihan ini lebih efektif, berikan contoh yang baik dari lingkungannya. Misalnya, “Aduh, ibu mau pup dulu,” kata anda sambil berjalan menuju WC. Dengan cara ini diharapkan si kecil lama kelamaan dapat memprediksi kapan ia merasa ingin buang air, atau tertarik dengan kebiasaan orang di sekitarnya yang masuk ke WC, dan minta diajari bagaimana menggunakan toilet.

Nah berikut Sedikit mengenai artikel Toilet Training Semoga bermanfaat Untuk sobat awanukaya.com dan semuanya ( Ifan21 )