Tips makanan sehat bayi Awan Ukaya

Tips makanan sehat bayi

Salah satu penentu perkembangan bagi bayi terletak pada makanan yang bergizi yang kita siapkan untuk bayi. Makanan yang bergizi merupakan modal utama dalam perkembangan tubuh dan otak si kecil. Bahkan, banyak ahli yang percaya bahwa anak bisa menjadi cerdas karena asupan makanan yang bermutu dan bernilai gizi tinggi.

Namun, cara pengolahan dan penyajian makanan juga menentukan apakah si kecil akan menyukai makanan yang diberikan orang tua. Karena itulah, pada buklet ini, selain pedoman makanan bergizi untuk bayi juga disajikan beberapa resep yang diharapkan bisa merangsang selera makan si kecil. Selamat mencoba!

Tips makanan sehat bayi

Makanan sehat untuk bayi (0-1 tahun) terdiri dari:

  1. Makanan utama, yaitu Air Susu Ibu (ASI). Jika produksi ASI tidak ada/tidak mencukupi dapat diberikan makanan pengganti ASI (PASI).
  2. Makanan pelengkap, yang terdiri dari buah-buahan, biskuit, makanan lumat dan makanan lunak.
  3. PASI
    PASI atau pengganti air susu ibu adalah susu yang diberikan kepada bayi jika ASI kurang atau tidak dapat diberikan.
  4. Makanan pelengkap
    Disini, makanan pelengkap adalah makanan yang diberikan kepada bayi secara berangsur-angsur untuk memenuhi kecukupan gizi menjelang dan sesudah disapih, sebelum diberikan makanan anak. Contoh: biskuit bayi, buah, dan bubur susu.
  5. Makanan lumat
    Adalah semua makanan yang dimasak dan disajikan dalam bentuk halus. Diberikan pertama kali kepada bayi sebagai makanan peralihan dari ASI ke makanan padat. Contoh makanan lumat adalah bubur susu.
  6. Makanan lembik
    Makanan peralihan dari makanan lumat menjadi makanan anak. Bentuknya lebih padat daripada makanan lumat. Misalnya nasi tim atau bubur campur.

Sumber: Buklet Milna “Menu untuk Bayi dan Anak”