Ternyata anak bisa mengalami stres Awan Ukaya

Ternyata anak bisa mengalami stres

Dalam lingkungan internal, seorang anak yang sering bertengkar dengan saudara kandungnya secara tidak sadar dapat menimbulkan stres. Terlebih lagi bila salah satu pihak selalu menang atau dimenangkan oleh orang lain. Akibatnya, anakpun dapat merasa tidak disayangi dan diterima seperti saudara kandungnya. Pertengkaran antara saudara kandung merupakan suatu hal yang wajar terjadi. Namun, tetap saja hal tersebut menuntut perhatian secara saksama dari orang tua. Untuk itu, dibutuhkan penyelesaian yang baik dan sikap bijaksana dari orang tua untuk menengahi pertengkaran antara mereka.

Selain itu, adanya kekangan yang berlebih pada anak juga dapat memicu terjadinya stres. Anak lama-kelamaan akan merasa bingung karena banyak tindakan yang tidak boleh dilakukan, yang pada akhirnya akan menghambat perkembangannya.

Secara eksternal, lingkungan sekolah memiliki peran yang signifikan. Seorang anak biasanya akan merasa stres bila menghadapi tugas-tugas sekolah yang terlalu banyak atau merasa tidak sanggup mengikuti pola belajar di sekolahnya.

Lingkungan pergaulan dengan teman sebaya juga hal lain yang dapat memicu terjadinya stres. Di usia sekolah dasar, seorang anak mulai mengenal arti persahabatan, konflik, dan nilai-nilai pertemanan. Anak yang sering mendapat ejekan dari teman-teman sebayanya (dikenal dengan istilah bullying karena dianggap berbeda dari yang lain) dapat membuatnya merasa tidak nyaman. Tidak adanya antisipasi dari orang tua atau guru di sekolah yang dapat membimbingnya mengatasi hal tersebut, lama kelamaan dapat membuatnya merasa stres dan depresi.

Namun anda tidak usah khawatir karena perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tua dapat membantu anak untuk melewati masa-masa sulitnya. Hal tersebut sangat penting agar anak tetap mendapatkan tempat perlindungan dan membimbingnya untuk belajar menemukan solusi terbaik bagi dirinya sendiri.