Rokok menyebabkan susah tidur Awan Ukaya

Rokok menyebabkan susah tidur

Bagi perokok, sepertinya Anda mesti mengurangi konsumsi rokok. Sebab, penelitian terbaru menyatakan bahwa seorang perokok cenderung sulit tidur dan beristirahat, ketimbang mereka yang tidak merokok.

Ini berdasarkan survei yang dilakukan dengan membandingkan 1.100 perokok dan 1.200 non-perokok. Dari hasil yang diterbitkan dalam jurnal Addiction Biology, sebanyak 17 persen perokok hanya bisa tidur maksimal enam jam, dibandingkan tujuh persen non-perokok dengan kasus yang sama. Selain itu, sebanyak 28 persen perokok mengaku mengalami susah tidur atau tidur yang tidak nyenyak, ketimbang 19 persen non-perokok.

“Studi ini mengungkap perbandingan orang yang merokok dan yang tidak merokok terkait gangguan tidur. Jika Anda seorang perokok dan menderita gangguan pada tidur, sebaiknya Anda berhenti merokok,” tegas Ketua tim peneliti dari Sekolah Kedokteran Charite Berlin, Stefan Cohrs, seperti dikutip Daily Mail, Senin (17/9).

Kendati demikian, temuan ini tidak dapat membuktikan bahwa merokok secara langsung dapat merusak tidur. Sebab, kebiasaan merokok diduga kuat bisa mempengaruhi kebiasaan lain yang dapat berdampak pada tidur, seperti begadang atau menonton televisi hingga larut malam.

Dampak lain dari merokok yang terungkap selain gangguan tidur, yaitu obesitas, diabetes dan penyakit jantung. Selain itu, Cohrs menyebutkan penyebab atau faktor lain yang dapat membuat orang sulit tidur, yaitu usia, berat badan, konsumsi minuman alkohol.