Menyembuhkan kejang demam pada anak Awan Ukaya

Menyembuhkan kejang demam pada anak

Kejang karena demam dikenal dengan sebutan stuip atau stip. Kejang demam sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks, kejang seperti ini yang sering dialami oleh anak-anak yang berusia di bawah 1,5 tahun.

Kejang karena demam tidak berulang dibanding dengan epilepsi yang terjadi secara berulang. Namun, bisa kejang demam yang sederhana dibiarkan maka bisa menjadi kejang demam kompleks yang beresiko lebih tinggi terjadi secara berulang, dan merupakan langkah awal untuk berkembang menjadi epilepsi. Oleh karena itu Anda disarankan untuk mencatat dan mengukur, pada suhu berapa anak Anda mendapat serangan kejang. Mengapa melakukan hal tersebut? Karena setiap anak memiliki batas toleransi suhu yang berbeda. Selain itu, bagi anak yang memiliki riwayat keluarga menderita kejang karena demam, atau mengalami kelainan pada susunan syarafnya, akan mudah terserang kejang jika suhunya telah melewati 38 derajat celsus.

Kejang karena demam bukan terjadi karena infeksi pada susunan syaraf pusat, melainkan karena kenaikan suhu di atas 38 derajat celsus. Anak dapat terkena serangan kejang jika ia terkena demam tinggi, atau radang tenggorokan. Demam merupakan gejala dari suatu penyakit. Seorang anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya berada di atas 38 derajat celsus. Beberapa tanda anak mengalami kejang karena demam, antara lain :

  1. Demam
  2. Pingsang atau kehilangan kesadaran
  3. Tubuh (termasuk tangan dan kaki) menjadi kaku
  4. Kepala anak terkulai ke belakang, disusul dengan munculnya gerakan kejut yang kuat, dan kejang-kejang
  5. Warna kulit berubah menjadi pucat, bahkan dapat membiru
  6. Bola mata naik ke atas
  7. Gigi terkatup
  8. Kadang-kadang disertai muntah
  9. Nafas dapat berhenti selama beberapa saat(kadang-kadang)
  10. Anak tidak dapat mengontrol untuk buang air besar atau kecil

Serangan kejang biasanya berlangsung selama beberapa menit, kemudian kejang-kejangnya berhenti. Kesadaran anak juga perlahan pulih seperti sediakala, kecuali serangan kejang yang tidak berhenti setelah 15 menit. Anak mungkin saja kehilangan kesadaran untuk sementara waktu, atau mengantuk. Seringkali disertai kelumpuhan sekitar 2 hari, namun setelah itu anak akan pulih kembali. Namun Anda harus waspada jika setelah mengalami kejang, anak tidak bangun-bangun dari tidurnya.