Gangguan perilaku anak akibat alegi makanan Awan Ukaya

Gangguan perilaku anak akibat alegi makanan

Alergi makanan dapat terjadi karena sensitivitas tubuh terhadap makanan menyebabkan terjadinya reaksi yang tidak diinginkan terhadap konsumsi makanan tertentu. Diketahui ada 8 jenis makanan utama yang diduga dapat menimbulkan reaksi alergi, yaitu susu sapi, telur, ikan, gandum, kacang tanah, soya, udang, dan sejenis lobster.

Gejala alergi makanan biasanya timbul dalam 30 menit atau beberapa menit setelah mengonsumsi alergen. Reaksi alergi tersebut biasanya tidak tergantung dari jumlah makanan yang dikonsumsi. Gejala alergi makanan dapat saja mengenai kulit yang menyebabkan terjadinya gatal-gatal, wajah merah, urtikaria, angiodema, eksim, sariawan, dan lain-lain.

Beberapa gangguan perilaku yang sering dikaitkan dengan alergi makanan, yaitu:

Gangguan tidur
Biasanya terjadi pada malam dan pagi hari. Bayi sering mengalami gelisah dan susah tidur.

Gerakan motorik yang berlebihan
Bayi pada usia kurang dari 6 bulan, mata atau kepalanya sering melihat ke atas. Tangan dan kaki sering bergerak berlebihan. Pada usia lebih dari 6 bulan, bayi enggan untuk digendong.

Gangguan konsentrasi
Anak cepat bosan terhadap suatu aktivitas, tidak bisa belajar terlalu lama, dan selalu terburu-buru.

Agresif
Bayi sering memukul kepalanya sendiri, orang lain, atau benda-benda di sekitarnya. Bayi juga sering menggigit, mencubit, atau menjambak rambut orang lain.

Gangguan perkembangan motorik
Bayi tidak bisa tidur bolak-balik, duduk, atau merangkak sesuai dengan usia normalnya. Berjalan sering terjatuh atau terburu-buru, sering menabrak, dan jalan jinjit.

Gangguan emosi
Mudah marah, sering berteriak, keras kepala, suka membantah, sulit diatur, cengeng, dan mudah menangis.

Keterlambatan bicara
Pada umur kurang dari 15 bulan, bayi tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Pada umur 20 bulan, hanya mengeluarkan 4 sampai 5 kata saja. Namun, setelah umur 2 tahun, biasanya keadaan si anak akan mulai membaik.

Memperberat gejala hiperaktif dan autisme

Permasalahan alergi pada anak sebenarnya tidak sesederhana seperti yang kita ketahui. Pengaruh alergi makanan ke otak merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya gangguan perilaku pada anak. Sebenarnya prinsip utama dalam penanganan reaksi yang ditimbulkan akibat makanan adalah cukup dengan menghindari makanan penyebab terjadinya reaksi alergi.

Impulsif
Banyak bicara atau tertawa yang berlebihan dan sering memotong pembicaraan orang lain.