Cara mengenali obat palsu Awan Ukaya

Cara mengenali obat palsu

obat merupakan sebuah penemuan fenomenal yang di hasilkan manusia. Kita dapat menyembuhkan banyak penyakit dengan obat yang ditemukan manusia, yg sebelumnya berupa bahan-bahan yang tidak kita kira bisa menjadi penyembuh sebuah penyakit. Namun, bagaimana jika obat palsu?. Obat yang seharusnya memiliki khasiat untuk menyembuhkan jenis penyakit, malah berubah fungsinya dikarenakan beredarnya obat palsu, dan bahkan kandungan dari obat palsu menjadi berbahaya bagi kesehatan.Sungguh mengerikan bukan?. Obat palsu ini tentu saja dapat memberikan resiko dan kerugian bagi masyarakat. ada dua golongan obat, yakni Obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter dan Obat yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter (ethical) : Obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas (OTC) dengan tanda khusus sebagai berikut:

1. Lingkaran berwarna hijau dan bergaris tepi hitam artinya obat bebas yang boleh dijual di semua outlet.

2. Lingkaran berwarna biru dan bergaris tepi hitam artinya obat bebas terbatas yang boleh dijual di apotik dan toko obat berijin.

Obat yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter (ethical) dan dibeli di apotik, dengan tanda khusus lingkaran berwarna merah dan bergaris tepi hitam dengan tulisan K warna hitam di dalam lingkaran warna merah tersebut. Obat ethical terdiri dari:

1. Daftar G atau Obat Keras seperti antibiotika, anti diabetes, anti hipertensi, dan lainnya.

2. Daftar O atau Obat Bius adalah golongan obat-obat narkotika

3. Obat Keras Tertentu (OKT) atau psikotropik, seperti obat penenang, obat sakit jiwa, obat tidur, dan lainnya.

4. Obat Wajib Apotik yaitu Obat Keras yang dapat dibeli dengan resep dokter, namun dapat pula diserahkan oleh apoteker kepada pasien di apotik tanpa resep dokter dengan jumlah tertentu, seperti anti histamine, obat asma, pil anti hamil, beberapa obat kulit tertentu, dan lainnya.

berikut adalah tips bijak yang dapat digunakan untuk memilih obat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, aman dan berkualitas.

1. Perhatikan nomor registrasi sebagai tanda sudah mendapat ijin untuk dijual di Indonesia.

2. Apabila membeli obat dengan resep dokter, perhatikan apakah merek obat sudah sesuai dengan resep okter.

3. Periksalah kualitas kemasan & kualitas fisik produk obat tersebut.

4. Periksalah nama dan alamat produsen, apakah tercantum dengan jelas.

5. Baca Indikasi, Aturan Pakai, Peringatan, Kontra Indikasi, Efek Samping, Cara Penyimpanan, dan semua informasi yang tercantum pada kemasan.

6. Teliti dan lihatlah tanggal kadaluwarsa.

7. Untuk obat ethical, belilah obat hanya di apotik berdasarkan resep dokter.

8. Apabila ragu, Anda dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM (telp. 021-4263333).