Cara mendidik anak bagi orangtua Awan Ukaya

Cara mendidik anak bagi orangtua

Menjadi orangtua merupakan hal yang cukup sulit untuk sebagian orang, karena kadang anak kita mulai membuat masalah yang sering membuat kita jengkel, namun kita sendiri tidak tahu kenapa anak kita selalu berulah. Perlu pengalaman untuk bisa menjadi orangtua yang baik bagi anak kita.

Apakah anak-anak yang sekarang esoknya nanti akan menjadi orang baik ataupun orang jahat adalah ditentukan bagaimana cara orangtua mendidik mereka. Mulai dalam hal kepribadian, sosialisasi, pengendalian diri, penyesuaian terhadap sekitar, kemampuan berfikir, dan hal lain yang turut menunjang keberhasilan dan kemandirian seorang anak diawali dari keluarga. Termasuk keberhasilan mereka sebagai orang tua nantinya.Berikut adalah tips yang cukup berguna untuk anda para orangtua, antara lain sebagai berikut :

1. Kenali anak Anda

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu cara yang digunakan dalam mendidik dan membimbing mereka harus sesuai dengan karakter anak. Jangan paksa anak untuk menjalani karakter yang bukan miliknya. Kenali pula perasaan anak jika ia sedang mengalami masalah. Hal ini dapat dilakukan dengan berempati dengan si anak. Dan jangan lupa untuk mengenali perkembangan anak sesuai usia.

2. Hargai jika mereka berperilaku baik

Setiap orang tua harus menghargai perilaku baik yang dilakukan anak, dan menghukumnya sesedikit mungkin. Berilah pujian saat ia melakukan hal yang baik misalnya membuang sampah pada tempatnya, ataupun mau memberi sebagian makanannya terhadap orang lain (biasanya terjadi pada usia kecil).Misalnya saja dengan memberikan sesuatu yang disukainya jika ia telah melakukan tugasnya dengan baik. Hal ini dapat membuat anak kita merasa senang dan semangat dalam hal berbuat baik.

3. Libatkan anak untuk turut berperan serta

Libatkan mereka dalam mengambil keputusan / kegiatan yang diadakan keluarga. Contohnya libatkan anak dalam tugas sehari-hari (sesuaikan dengan umur mereka), libatkan mereka dalam merencanakan liburan keluarga, dan lain-lain.

4. Dekatkan diri dengan anak

Gunakan setiap waktu yang Anda punya untuk mendekatkan diri pada anak. Contohnya saja dalam perjalanan ketika macet, Anda dapat menyempatkan diri untuk bicara lebih banyak. Biasanya anak lebih terbuka dalam situasi yang demikian. Dampingi mereka saat menonton. Tanamkan nilai-nilai baik dan penting, beritahu mereka nilai-nilai yang buruk dan tidak penting. Berikan waktu khusus berdua dengan anak. Jika Anda memiliki lebih dari satu anak, maka sediakan waktu secara bergiliran. Jangan lupa gunakan waktu keluarga secara maksimal.

5. Tegakkan disiplin

Jangan mendiamkan anak jika ia melakukan perbuatan yang salah / tidak baik. Disiplin sangat penting untuk diterapkan karena anak harus tau mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Cara menegakan disiplin yang disarankan adalah time out dan grounded. Time out adalah suatu langkah mendiamkan anak, dan tidak memberi reaksi apa-apa pada anak. Tindakan ini diberikan atas respon dari orang tua atas perilaku anak yang tidak diinginkan. Bisa dilakukan dengan cara orang tua keluar ruangan, anak berada di dalam ruangan, atau anak dijauhkan dari aktivitasnya. Sedangkan grounded adalah suatu sikap di mana si anak diharuskan untuk menyelesaikan satu tugas agar bisa mendapatkan keinginannya. Pendisiplinan ini harus dilakukan secara konsisten dan harus selalu didasarkan pada perilaku anak. Jika anak melakukan hal buru yang serupa, maka teknik pendisiplinan yang sama harus diterapkan. Namun sebaiknya orang tua tidak langsung memberikan sanksi jika anak baru pertama kali melakukan perilaku yang tidak baik, dan belum pernah diberitahu sebelumnya bahwa itu perilaku yang buruk. Teknik pendisiplinan yang sama harus diterapkan pula oleh orang-orang di rumah saat orang tua tidak ada.

6. Menjadi panutan bagi anak

Anak meniru setiap yang dilakukan orang lain, terutama orang tuanya. Anak belajar cara bereaksi terhadap berbagai hal melalui pengamatannya pada perilaku orang tua. Oleh karena itu Anda sebagai orang tua harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anak.

7. Katakan Anda menyayangi mereka

Kasih sayang harus diungkapkan dalam setiap tindakan, baik dengan cara memeluk / mencium, belaian, tulisan “mama/ papa sayang kamu”, dan katakan langsung pada mereka. Saat Anda melakukan hal-hal tersebut, orang tua lebih baik mengadakan kontak langsung dengan cara melihat ke matanya. Dan jika Anda ingin memberi perintah, lakukan dengan spesifik, agar anak mengeri yang harus dilakukan. Kebanyakan orang tua memberi perintah yang terlalu umum, sehingga anak bingung. Hindari membentak, berteriak, atau berceramah panjang lebar kepada anak.

8. Selesaikan masalah saat kepala sudah dingin

Masalah lebih baik tidak diselesaikan saat marah. Hal yang demikian jika dilakukan justru akan memperburuk keadaan. Marah membuat control diri Anda rendah, sehingga sangat mungkin hal-hal yang tidak ingin diikuti oleh anak ditiru. Apalagi jika Anda mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan dan membekas. Tenangkan diri Anda terlebih dahulu.

Di tangan orang tua, masa depan seorang anak ditentukan. Berbagai hal awalnya dibentuk dari keluarga. Mulai dalam hal kepribadian, sosialisasi, pengendalian diri, penyesuaian terhadap sekitar, kemampuan berfikir, dan hal lain yang turut menunjang keberhasilan dan kemandirian seorang anak. Termasuk keberhasilan mereka sebagai orang tua nantinya. Tips yang dapat digunakan oleh para orang tua yang keduanya bekerja / salah satu tidak bekerja, agar dapat memanfaatkan waktu yang terbatas dengan anak secara efektif dan efesien, antara lain sebagai berikut :

1. Kenali anak Anda

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu cara yang digunakan dalam mendidik dan membimbing mereka harus sesuai dengan karakter anak. Jangan paksa anak untuk menjalani karakter yang bukan miliknya. Kenali pula perasaan anak jika ia sedang mengalami masalah. Hal ini dapat dilakukan dengan berempati dengan si anak. Dan jangan lupa untuk mengenali perkembangan anak sesuai usia.

2. Hargai jika mereka berperilaku baik

Setiap orang tua harus menghargai perilaku baik yang dilakukan anak, dan menghukumnya sesedikit mungkin. Berikan pujian jika si anak berhak mendapatkannya, jangan ditunda. Namun jangan menunggu sampai mereka melakukan hal yang special. Orang tua sebaiknya memberikan sesuatu yang menyenangkan anak secara berkala. Misalnya saja dengan memberikan sesuatu yang disukainya jika ia telah melakukan tugasnya dengan baik.

3. Libatkan anak untuk turut berperan serta

Libatkan mereka dalam mengambil keputusan / kegiatan yang diadakan keluarga. Contohnya libatkan anak dalam tugas sehari-hari (sesuaikan dengan umur mereka), libatkan mereka dalam merencanakan liburan keluarga, dan lain-lain.

4. Dekatkan diri dengan anak

Gunakan setiap waktu yang Anda punya untuk mendekatkan diri pada anak. Contohnya saja dalam perjalanan ketika macet, Anda dapat menyempatkan diri untuk bicara lebih banyak. Biasanya anak lebih terbuka dalam situasi yang demikian. Dampingi mereka saat menonton. Tanamkan nilai-nilai baik dan penting, beritahu mereka nilai-nilai yang buruk dan tidak penting. Berikan waktu khusus berdua dengan anak. Jika Anda memiliki lebih dari satu anak, maka sediakan waktu secara bergiliran. Jangan lupa gunakan waktu keluarga secara maksimal.

5. Tegakkan disiplin

Jangan mendiamkan anak jika ia melakukan perbuatan yang salah / tidak baik. Disiplin sangat penting untuk diterapkan karena anak harus tau mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Cara menegakan disiplin yang disarankan adalah time out dan grounded. Time out adalah suatu langkah mendiamkan anak, dan tidak memberi reaksi apa-apa pada anak. Tindakan ini diberikan atas respon dari orang tua atas perilaku anak yang tidak diinginkan. Bisa dilakukan dengan cara orang tua keluar ruangan, anak berada di dalam ruangan, atau anak dijauhkan dari aktivitasnya. Sedangkan grounded adalah suatu sikap di mana si anak diharuskan untuk menyelesaikan satu tugas agar bisa mendapatkan keinginannya. Pendisiplinan ini harus dilakukan secara konsisten dan harus selalu didasarkan pada perilaku anak. Jika anak melakukan hal buru yang serupa, maka teknik pendisiplinan yang sama harus diterapkan. Namun sebaiknya orang tua tidak langsung memberikan sanksi jika anak baru pertama kali melakukan perilaku yang tidak baik, dan belum pernah diberitahu sebelumnya bahwa itu perilaku yang buruk. Teknik pendisiplinan yang sama harus diterapkan pula oleh orang-orang di rumah saat orang tua tidak ada.

6. Menjadi panutan bagi anak

Anak meniru setiap yang dilakukan orang lain, terutama orang tuanya. Anak belajar cara bereaksi terhadap berbagai hal melalui pengamatannya pada perilaku orang tua. Oleh karena itu Anda sebagai orang tua harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anak.

7. Katakan Anda menyayangi mereka

Kasih sayang harus diungkapkan dalam setiap tindakan, baik dengan cara memeluk / mencium, belaian, tulisan “mama/ papa sayang kamu”, dan katakan langsung pada mereka. Saat Anda melakukan hal-hal tersebut, orang tua lebih baik mengadakan kontak langsung dengan cara melihat ke matanya. Dan jika Anda ingin memberi perintah, lakukan dengan spesifik, agar anak mengeri yang harus dilakukan. Kebanyakan orang tua memberi perintah yang terlalu umum, sehingga anak bingung. Hindari membentak, berteriak, atau berceramah panjang lebar kepada anak.

8. Selesaikan masalah saat kepala sudah dingin

Masalah lebih baik tidak diselesaikan saat marah. Hal yang demikian jika dilakukan justru akan memperburuk keadaan. Marah membuat control diri Anda rendah, sehingga sangat mungkin hal-hal yang tidak ingin diikuti oleh anak ditiru. Apalagi jika Anda mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan dan membekas. Tenangkan diri Anda terlebih dahulu.