Berat Badan Sebelum Hamil Awan Ukaya

Berat Badan Sebelum Hamil

Berat badan bisa menjadi patokan untuk mengukur kondisi kesehatan seseorang. Bagi wanita hamil, kenaikan berat badan juga berpengaruh pada kesehatan dan pertumbuhan janin.

Berat Bedan Sebelum Hamil

Berat badan ideal berpengaruh baik bagi kesehatan tubuh dan kelancaran kehamilan. Misalnya saja, bila sebelum hamil memiliki berat badan di bawah ideal, maka beisiko melahirkan bayi dengan badan rendah rendah ( BBLR = Berat Badan Lahir Rendah ), dan kehamilannya mungkin banyak mengalami gangguan. Sebaliknya, jika saat terjadi kehamilan berat badannya masih berlebihan, maka si wanita hamil berisiko mengalami diabetes gestasional ( kenaikan kadar gula darah karena kehamilan ) atau pre-eklampsia ( keracunan kehamilan ). Oleh sebab itu, sebaiknya sebelum seseorang wanita memutuskan untuk hamil, ia sudah memiliki berat badan ideal.

Lalu bagaimana menentukan berat badan ideal ? Cara terbaru adalah dengan menentukan Indeks Masa tubuh ( IMT ), yaitu berat badan ( Kilogram ) dibagi tinggi badan ( meter ) yang dikuadratkan. Bila nilai indeks yang didapat 20-25, mala termasuk dalam berat badan ideal. Sedangkan, nilai indeks di bawah 20, berarti berat badan kurang. Sebaliknya, bila nilai indeks di atas 25, berarti berat badan ideal sebaiknya diperoleh minimal 4 bulan sebelum terjadinya kehamilan.

Sejak sebelum terjadi kehamilan, sebaiknya tubuh calon ibu telah menyimpan semua zat gizi yang diperlukan tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, dalam jumlah yang seimbang. kondisi seperti ini sebaiknya terus dipertahankan selama masa kehamilan hingga waktunya melahirkan.

Demikian sobat awanukaya.com mengenai Berat Badan Sebelum Hamil semoga bermanfaat ( Ifan21 )