Bayi bisa terkena stroke Awan Ukaya

Bayi bisa terkena stroke

Stroke bukan saja dapat diderita oleh orang dewasa, tapi juga bayi yang baru lahir. Seperti yang terjadi di Kanada dimana bayi yang baru berusia 6 jam, mengalami kejang dan henti nafas. Tenyata diketahui kemudian menderita stroke. Penelitian baru di Kanada sendiri oleh the Heart and Stroke Foundation of Canada, 6 dari 100.000 anak-anak mengalami stroke. Sepertiganya terjadi pada bayi yang baru lahir.

Stroke dapat terjadi akibat sumbatan pada pembuluh darah otak yang disebut stroke iskemik atau pecahnya pembuluh darah otak yang mengakibatkan stroke hemoragik (perdarahan). Pada stroke, sel-sel otak tidak mendapat suplai darah dan oksigen sehingga dapat menyebabkan kematian dari sel otak tersebut. Bila stroke tersebut berat, dapat menyebabkan kematian.

Penyebab pasti untuk bayi menderita stroke secara mendadak, padahal pada saat lahir dalam keadaan sehat, masih dicari jawabannya. Salah satu kemungkinan yang diajukan adalah adanya jepitan pada tali pusat pada saat bayi lahir menyebabkan terjadi gumpalan yang menyumbat pembuluh darah otak. Dan ibu yang akan melahirkan mempunyai darah yang mudah menggumpal sehingga dapat meningkatkan risiko untuk terjadinya sumbatan pada bayi.

Stroke pada bayi ini harus menjadi perhatian juga bagi para dokter dan perawat untuk dapat mengenali gejala stroke sejak dini sehingga dapat memberikan pengobatan secepatnya. Gejala awal dapat hanya berupa gangguan bernafas dan kelemahan pada satu sisi lengan.

Saat ini pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosa telah dapat dilakukan seperti MRI (multiple resonance imaging) dan PET (positron emission tomography).