Asthenopia, Mata Lelah Karena Layar Kaca 2 Awan Ukaya

Asthenopia, Mata Lelah Karena Layar Kaca 2

Mata Bisa Lelah

Mata bekerja mirip kamera. Bayangkan benda diterima oleh mata dan masuk melalu seperangkat lensa di mata, berupa kornea, pupil dan lensa yang transparan. Organ-organ ini berhubungan erat kerjanya dengan otot-otot mata.

Masalahnya, untuk melihat dalam jarak dekat, seperti melihat layar komputer, perlu kerja ekstra dari lensa dan otot mata, yaitu ;

– Lensa mata harus mencembung untuk mencari fokus benda yang dilihat.

– Kedua bola mata harus bekerja sama dalam menyatukan bayangan saat mata melihat obyek dalam jarak dekat. Apalagi`, jika obyek cukup kecil.

– Menggerakan bola mata ke arah bayangan yang datang, agar tampak jelas. Misalnya, untuk mengikuti games, bola mata harus bolak-balik ke kanan atau kiri.

Sebetulnya, sejak lahir sampai usia setahun, mata bayi termasuk rabun dekat. Karena, bayangan jatuh di belakang retina. Benda-benda dalam jarak dekat ( Kurang dari 30 cm ) terlihat kurang jelas, jika otot mata dalam keadaan relaks. Untuk melihat benda sedekat itu dengan jelas, mau tidak mau lensa dan otot-otot mata harus berusaha keras agar bayangan jatuh pas di retina.

Mungkin tidak terasa apa-apa awalnya. tapi lama kelamaan, mata akan lelah juga jika dipaksa menantap komputer selama berjam-jam. Gerakan mata harus cepat dan terus menerus. Bayangkan, pupil mata bisa bergerak sebanyak 75.000-150.000 kali per menit. bandingkan dengan gerakan pupil mata ketika membaca buku. Hanya 1-5 kali per menit! Belum lagi, jarak antara mata dengan layar biasanya cukup dekat. lelahnya makin menjadi-jadi.

Nah Demikian sobat awanukaya.com mengenai Asthenopia, Mata Lelah Karena Layar Kaca 2 semoga bermanfaat ( Ifan21 )